Apa itu Skimming ATM? Ini Penjelasan dan Cara Pencegahannya
JAKARTA – Apa itu skimming ATM? Ini penjelasan dan cara pencegahannya.
Skimming ATM merupakan salah satu modus kejahatan perbankan yang bertujuan mencuri data kartu debit atau kredit untuk mengakses rekening korban. Nasabah dapat mengalami kerugian finansial jika data yang dicuri disalahgunakan untuk melakukan transaksi tanpa izin.
Modus ini kerap sulit diketahui karena pelaku dapat menggunakan perangkat yang menyerupai bagian asli mesin ATM untuk merekam data kartu. Karena itu, nasabah perlu mengenali cara kerja skimming serta langkah pencegahannya agar terhindar dari pencurian data dan penyalahgunaan rekening.
Lantas, apa itu skimming ATM, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana cara mencegahnya?
1. Apa Itu Skimming ATM?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan skimming sebagai tindakan pencurian data kartu pembayaran secara ilegal, umumnya dengan menyalin informasi yang tersimpan pada pita magnetik kartu.
IHSG Ditutup Anjlok 1,5 Persen ke 6.147
Dalam kasus skimming ATM, pelaku biasanya memasang alat pembaca tambahan atau skimmer pada bagian tempat kartu dimasukkan. Perangkat tersebut dapat merekam data kartu ketika nasabah bertransaksi. Data yang diperoleh kemudian dapat digunakan untuk membuat kartu duplikat atau melakukan penyalahgunaan lainnya.
Selain data kartu, pelaku dapat berusaha memperoleh nomor identifikasi pribadi atau PIN korban. Caranya antara lain dengan memasang kamera tersembunyi, menggunakan perangkat tambahan pada keypad, atau mengintip saat nasabah memasukkan PIN.
Jika data kartu dan PIN berhasil diperoleh, pelaku dapat mencoba menggunakannya untuk melakukan transaksi ilegal. Namun, keberhasilan penyalahgunaan bergantung pada jenis kartu, sistem keamanan bank, dan metode transaksi yang digunakan.
Skimming tidak hanya berpotensi terjadi di mesin ATM. Perangkat pencuri data juga dapat dipasang pada terminal pembayaran kartu di lokasi lain, seperti tempat usaha yang menerima pembayaran menggunakan kartu.
2. Cara Mencegah Skimming ATM
Nasabah dapat mengurangi risiko skimming dengan memeriksa kondisi mesin ATM dan menjaga kerahasiaan informasi kartu. Berikut sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Periksa kondisi mesin ATM sebelum bertransaksi. Perhatikan bagian slot kartu dan keypad. Jika terdapat komponen yang longgar, terlihat tidak wajar, atau berbeda dari kondisi mesin pada umumnya, gunakan mesin lain dan laporkan ke pihak bank.
Tutupi keypad saat memasukkan PIN. Gunakan tangan untuk menutupi tombol ketika memasukkan PIN agar tidak terlihat orang lain atau terekam kamera tersembunyi.
Jangan membagikan PIN dan data kartu. Hindari memberikan PIN kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas bank. Bank tidak seharusnya meminta nasabah mengungkapkan PIN untuk keperluan layanan.
Pilih ATM di lokasi yang aman. Utamakan mesin ATM di tempat yang terang, terpantau kamera pengawas, dan memiliki pengamanan memadai. Jika merasa diawasi atau melihat aktivitas mencurigakan, batalkan transaksi.
Pantau mutasi rekening secara berkala. Periksa riwayat transaksi melalui kanal resmi bank. Jika menemukan transaksi yang tidak dikenali, segera hubungi bank untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan dan meminta penanganan lebih lanjut.
Gunakan kartu berbasis chip. Teknologi chip memberikan perlindungan lebih baik dibandingkan pita magnetik saja terhadap sejumlah jenis pemalsuan kartu. Nasabah yang masih menggunakan kartu berbasis pita magnetik dapat menanyakan penggantian kartu kepada bank.
Bank Indonesia telah menetapkan standar nasional teknologi chip untuk kartu ATM dan debit melalui National Standard Indonesian Chip Card Specification (NSICCS), disertai penerapan PIN enam digit untuk transaksi kartu. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat keamanan transaksi kartu pembayaran.
3. Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban Skimming?
Nasabah yang menemukan saldo berkurang atau transaksi yang tidak pernah dilakukan perlu segera menghubungi bank melalui kanal resmi. Sampaikan transaksi yang dicurigai, lalu ikuti petunjuk bank untuk memblokir kartu atau mengamankan rekening jika diperlukan.
Simpan bukti transaksi, tangkapan layar mutasi rekening, serta informasi waktu dan lokasi transaksi yang mencurigakan. Nasabah juga dapat mengajukan pengaduan resmi kepada bank dan meminta nomor laporan untuk memantau tindak lanjutnya.
Skimming dapat terjadi tanpa disadari karena perangkat pencuri data dirancang menyerupai komponen asli mesin. Meski demikian, risiko dapat ditekan dengan menjaga kerahasiaan PIN, memeriksa kondisi mesin sebelum bertransaksi, dan segera melaporkan aktivitas rekening yang mencurigakan.









