Kesiapan Tenaga Kerja Jadi Kunci Hadapi Tantangan Bisnis 2027
JAKARTA – Kesiapan tenaga kerja menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan dalam menjaga produktivitas dan mendukung pertumbuhan bisnis pada 2027, di tengah persaingan usaha yang semakin ketat dan perubahan kebutuhan pelanggan.
Chief Commercial Officer (CCO) Staffinc, Margana Mohamad, mengatakan perusahaan perlu memastikan strategi bisnis didukung tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan, pembagian tugas yang jelas, serta akses terhadap pengembangan kompetensi.
“Dalam menyiapkan pertumbuhan bisnis 2027 dan seterusnya, perusahaan perlu memastikan bahwa rencana bisnis didukung oleh kesiapan tenaga kerja secara komprehensif. Setiap pekerja perlu memahami perannya, memiliki keterampilan yang sesuai, dan memperoleh dukungan untuk menjalankan tugas dengan baik,” ujar Margana, Rabu (28/10/2026).
Menurut dia, pengelolaan tenaga kerja perlu menghubungkan kebutuhan operasional perusahaan dengan kompetensi pekerja. Kejelasan target dan pembagian tanggung jawab juga diperlukan agar perusahaan dapat memantau kinerja, mengidentifikasi kendala, dan menentukan langkah perbaikan.
Pengukuran kinerja dapat dilakukan melalui sejumlah indikator, seperti ketepatan penyelesaian tugas, akurasi proses, kualitas layanan, dan kepuasan pelanggan. Indikator yang jelas membantu perusahaan mengevaluasi pencapaian operasional sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pelatihan bagi pekerja.
Margana menilai, pencapaian target bisnis perlu diimbangi dengan pengelolaan tenaga kerja yang memperhatikan beban kerja, transparansi penilaian, serta kesempatan meningkatkan keterampilan.
“Orientasi pada hasil harus disertai tanggung jawab untuk menyiapkan pekerja agar mampu mencapainya dengan optimal. Pekerja membutuhkan arahan, sarana, dan umpan balik yang membangun,” katanya.
Pemanfaatan teknologi dan data juga dapat mendukung pengelolaan tenaga kerja melalui pemantauan kinerja, identifikasi hambatan operasional, dan evaluasi proses kerja. Namun, efektivitas penerapannya tetap bergantung pada kesesuaian sistem dengan kebutuhan pekerjaan serta dukungan pengelolaan di lapangan.
Menurut Margana, perusahaan perlu menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja dengan perkembangan industri agar produktivitas dapat terjaga dalam jangka panjang. Upaya tersebut mencakup penempatan pekerja sesuai kompetensi, peningkatan kualitas supervisi, dan pengembangan keterampilan secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan perlu membuka peluang bagi pekerja untuk ikut maju,” ujarnya.









