Apakah Trofi Ballon D'Or Terbuat dari Emas Murni? Ini Faktanya
JAKARTA – Apakah trofi Ballon D'Or terbuat dari emas murni? Ini faktanya.
Trofi Ballon d’Or tidak terbuat dari emas murni, meskipun bagian berbentuk bola pada penghargaan tersebut dilapisi emas. Trofi yang diberikan kepada pemain sepak bola terbaik dunia itu menggunakan kuningan sebagai bahan utama bola dan pirit sebagai material pada bagian alasnya.
Ballon d’Or merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada pemain sepak bola dengan performa terbaik. Penghargaan yang pertama kali diberikan pada 1956 ini dibuat oleh Mellerio, rumah perhiasan asal Paris, Prancis, yang telah berdiri sejak 1613.
Secara harfiah, Ballon d’Or berasal dari bahasa Prancis yang berarti “bola emas”. Nama tersebut merujuk pada bentuk trofi berupa bola sepak yang dilapisi emas dan dipasang di atas alas berbahan pirit, mineral yang kerap disebut emas semu karena warna dan kilauannya menyerupai emas.
Menggunakan Kuningan dan Lapisan Emas
Proses pembuatan trofi Ballon d’Or dimulai dengan membentuk dua bagian kuningan menjadi bola. Kedua bagian tersebut kemudian disatukan menggunakan teknik pengelasan.
Setelah bentuk bola terbentuk, pengrajin menghaluskan permukaannya sebelum melapisinya dengan emas. Tahap berikutnya mencakup pengukiran logo France Football dan informasi terkait penghargaan sebelum bola dipasang pada alas pirit.
Dengan proses tersebut, trofi Ballon d’Or memang mengandung emas, tetapi bukan berupa emas murni yang membentuk keseluruhan trofi. Penggunaan kuningan sebagai bahan utama memungkinkan trofi memiliki bentuk yang kokoh, sedangkan lapisan emas memberikan tampilan khas penghargaan tersebut.
Mellerio mempertahankan proses pembuatan trofi ini selama beberapa dekade. Pengerjaannya membutuhkan ketelitian, terutama saat membentuk panel-panel menyerupai bola sepak dan menyelesaikan detail permukaan trofi.
Berapa Berat Trofi Ballon d’Or?
Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan trofi Ballon d’Or memiliki berat sekitar 12 kilogram. Namun, angka tersebut belum dapat dipastikan melalui keterangan resmi yang tersedia dari pembuat trofi maupun penyelenggara penghargaan.
Karena itu, klaim mengenai berat total trofi maupun berat emas yang digunakan perlu disikapi secara hati-hati apabila tidak disertai sumber resmi.
Trofi Ballon d’Or tidak menggunakan emas murni sebagai bahan utama. Selain perbedaan nilai material, penggunaan kuningan yang dilapisi emas juga memungkinkan pengrajin membentuk bola dengan detail yang diperlukan.
Penghargaan ini kembali menjadi sorotan setelah penyerang Bayern Munich sekaligus kapten Tim Nasional Inggris, Harry Kane, meraih Ballon d’Or 2026. Kane menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan penghargaan tersebut sejak Michael Owen pada 2001.









