5 Pesepakbola Top Dunia yang Secara Mengejutkan Tak Masuk Daftar 30 Besar Ballon d'Or 2026, Nomor 1 Bintang Barcelona

5 Pesepakbola Top Dunia yang Secara Mengejutkan Tak Masuk Daftar 30 Besar Ballon d'Or 2026, Nomor 1 Bintang Barcelona

Terkini | okezone | Senin, 26 Oktober 2026 - 16:19
share

PENGUMUMAN daftar 30 nominator Ballon d'Or selalu mengundang perdebatan hangat di kalangan pencinta sepak bola. Meski France Football telah resmi merilis nama-nama papan atas seperti Harry Kane, Kylian Mbappe, Lamine Yamal, Erling Haaland, hingga Lionel Messi pada 8 September lalu, publik tetap menyoroti sejumlah nama besar yang secara tak terduga luput dari pencalonan jelang malam penganugerahan di London.

Piala memang bukan jaminan tunggal, namun konsistensi serta kontribusi krusial di ajang-ajang vital seharusnya memberi ruang bagi para pemain. Nah setidaknya ada lima pesepakbola yang tak masuk nominasi 30 pemain terbaik Ballon dOr yang akan segera diumumkan pada Selasa 27 Oktober 2026 dini hari WIB.

Berikut 5 bintang dunia yang dinilai sangat layak masuk dalam daftar kandidat tahun ini, Mengutip dari Sportskeeda:

1. Raphinha (Barcelona/Brasil)

Pemain Barcelona, Raphinha. (Foto: Instagram/fcbarcelona)

Masalah cedera disinyalir menjadi alasan utama di balik absennya Raphinha dari daftar nominator. Meski begitu, catatan statistik penyerang sayap asal Brasil ini tetap luar biasa: 21 gol dan 8 asis dari hanya 33 penampilan bersama Barcelona.

Walau langkahnya di Piala Dunia terhenti cepat akibat cedera setelah baru tampil dua kali, kontribusi 29 gol di level klub dinilai sudah lebih dari cukup untuk menempatkannya di jajaran top dunia. Direktur Olahraga Barcelona, Deco, bahkan menyuarakan kekecewaannya secara terbuka lewat RAC1 dengan menyebut pengabaian terhadap Raphinha dan Pedri sebagai sebuah skandal dunia.

2. Desire Doue (Paris Saint-Germain/Prancis)

Desire Doue

Keputusan melupakan Desire Doue menjadi hal yang paling sulit diterima. Pemain berusia 21 tahun ini menjadi instrumen penting saat PSG mempertahankan gelar Liga Champions lewat sumbangan 5 gol dan 4 assist. Secara keseluruhan, ia mencetak 13 gol dari 41 laga domestik dan Eropa guna mengawinkan gelar Liga Champions dengan trofi Ligue 1.

Di level internasional, Doue tampil 8 kali untuk timnas Prancis pada ajang Piala Dunia dengan torehan satu gol dan satu asisst. Pengabaian atas peran besarnya di level tertinggi Eropa menjadikan pencoretannya sebagai kejutan terbesar tahun ini.

 

3. Pedri (Barcelona/Spanyol)

Pedri. (Foto: Instagram/fcbarcelona)

Menilai kontribusi Pedri sekadar dari angka tentu akan mereduksi peran vital sang gelandang di lapangan. Visi bertanding, kontrol tempo, serta kemampuannya keluar dari tekanan lawan menjadi kunci sukses Barcelona merengkuh trofi La Liga dan Piala Super Spanyol.

Kendati demikian, catatannya tetap solid lewat raihan dua gol dan 12 asis dalam 43 laga klub. Pengatur serangan yang berada di peringkat ke-11 Ballon d'Or 2025 ini juga selalu tampil dalam seluruh (delapan) laga timnas Spanyol hingga berhasil mengantarkan negaranya merengkuh gelar juara Piala Dunia pada musim panas.

4. David Raya (Arsenal/Spanyol)

Di posisi penjaga gawang, David Raya menampilkan performa mendominasi bersama Arsenal. Kiper asal Spanyol ini membukukan 19 clean sheet di Premier League untuk membawa The Gunners meraih gelar liga pertama mereka sejak 2004, sekaligus mengamankan sarung tangan emas (Golden Glove) untuk musim ketiga secara beruntun.

Sepanjang musim, ia mencatatkan total 28 laga tanpa kebobolan di semua ajang klub dan membawa Arsenal melaju hingga final Liga Champions. Meski sukses menepis penalti Nuno Mendes pada laga puncak sebelum PSG akhirnya keluar sebagai juara, keberadaan nama Raya hanya terbatas di nominasi Yashin Trophy dan luput dari daftar utama Ballon d'Or.

 

5. Julian Alvarez (Atletico Madrid/Argentina)

Julian Alvarez foto Atletico Madrid

Kendati Atlético Madrid mengakhiri musim tanpa raihan trofi, kontribusi individu Julián Alvarez tidak bisa dipandang sebelah mata. Penyerang Argentina ini membukukan 20 gol dan sembilan asis di kompetisi La Liga, Liga Champions, dan Copa del Rey, serta mengantar klubnya menembus babak semifinal Eropa dan final piala domestik.

Di level negara, Alvarez mencetak gol krusial pada babak perpanjangan waktu saat Argentina menundukkan Swiss pada perempatfinal Piala Dunia. Kerja keras dan ketajamannya dalam dua kompetisi sistem gugur dinilai sudah sangat memadai untuk mengamankan satu tempat di antara 30 pemain terbaik dunia.

Topik Menarik