Kisah Manis An Se Young Rebut Juara French Open 2026, Ratu Bulu Tangkis Dunia yang Tak Terkalahkan di 50 Laga Terakhir
PARIS – Pebulutangkis tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young, kembali menorehkan prestasi dalam sejarah bulutangkis internasional. Ia sukses mengamankan gelar juara French Open 2026 setelah menumbangkan perlawanan wakil India, Pusarla V. Sindhu, di partai final.
Pertandingan final yang berlangsung di Paris pada Minggu 25 Oktober 2026 tersebut sempat berjalan tidak mudah bagi tunggal putri Korea Selatan tersebut. An Se-young sempat tertinggal di gim pertama akibat tekanan agresif dan beberapa kesalahan sendiri sebelum akhirnya bangkit membalikkan keadaan.
Meski sempat kehilangan gim pembuka dengan skor 16-21, pebulutangkis berusia 24 tahun itu menunjukkan ketahanan mental luar biasa. Ia mendominasi dua gim berikutnya dengan kemenangan telak 21-11 dan 21-12 untuk memastikan podium tertinggi.
1. Perjuangan dan Strategi Jitu di Lapangan
Hasil Asian Games 2026: Fajar/Fikri dan Leo/Daniel Tembus Perempat Final, Putri KW Tersingkir
Kunci kemenangan An Se-young terletak pada ketenangannya dalam membaca situasi permainan serta mengandalkan kekuatan pertahanan khas miliknya. Ia menyadari bahwa dirinya tidak boleh terburu-buru menghadapi reli panjang yang diterapkan oleh lawannya.
"Saya fokus pada pertahanan saya," ujar An Se-young seusai pertandingan, dikutip dari laman resmi BWF, Senin (26/10/2026).
Selain itu, An Se Young juga melakukan penyesuaian tempo secara sadar agar tidak mudah terpancing oleh ritme permainan lawan. Pendekatan sabar tersebut berhasil menguras stamina Sindhu sekaligus mengantarkannya pada gelar juara ke-48 sepanjang kariernya.
"Saya berusaha untuk tidak terburu-buru," tambahnya mengenai kunci keberhasilannya memegang kendali di gim kedua dan penentuan.
2. Rekor Fantastis
Kemenangan di Paris memperpanjang rekor tak terkalahkan An Se-young menjadi 50 pertandingan beruntun sekaligus mengukuhkan gelar ke-10 yang diraihnya musim ini. Sejak kekalahan terakhirnya di All England Open pada bulan Maret 2026 lalu, ia tampil nyaris sempurna dengan rasio kemenangan mencapai 98,5 persen.
Pencapaian gemilang ini kian mempertegas statusnya sebagai penguasa mutlak tunggal putri dunia saat ini. Gelar French Open ini juga menjadi trofi Super 750 kedua berturut-turut yang dirikannya dalam dua pekan terakhir setelah sebelumnya menjuarai Denmark Open.
Usai merayakan kemenangan bersejarah ini bersama tim pelatih, An Se-young berencana untuk memulihkan kondisi fisik sebelum kembali fokus menatap turnamen-turnamen berikutnya demi memecahkan rekor jumlah gelar dalam satu musim.










