Kisah Sedih Alexandra Eala, Ratu Tenis Asia Tenggara yang Mulai Kesulitan Bersaing di Papan Atas

Kisah Sedih Alexandra Eala, Ratu Tenis Asia Tenggara yang Mulai Kesulitan Bersaing di Papan Atas

Olahraga | okezone | Senin, 26 Oktober 2026 - 12:41
share

BINTANG tenis asal Filipina, Alexandra Eala, harus mengakhiri perjalanannya lebih awal setelah tersingkir di babak kedua ajang Ningbo Open 2026 yang digelar pada 19-25 Oktober 2026. Kekalahan tersebut kini memicu dorongan besar baginya untuk segera mengambil keputusan krusial demi menyelamatkan dan mengembangkan kariernya.

Meskipun Eala menjadi salah satu nama yang sangat populer di kancah tenis putri saat ini, penampilannya dinilai belum konsisten. Setelah meraih gelar juara di Washington Open 2026 pada Agustus lalu, performa petenis berusia 21 tahun ini cenderung menurun hingga akhirnya kembali mengalami hasil mengecewakan.

Dalam laga Ningbo Open 2026, Eala kalah dua set langsung dari petenis peringkat 13 dunia, Diana Shnaider. Kelemahan utamanya terlihat jelas pada performa servis, di mana ia kehilangan enam dari 11 game servisnya dan hanya memenangkan 38 dari 77 poin servis.

1. Analisis Kritis Rick Macci terhadap Servis Eala

Kelemahan servis Eala menarik perhatian mantan pelatih Serena dan Venus Williams, Rick Macci. Melalui media sosial, pelatih legendaris tersebut memberikan kritik tajam sekaligus masukan teknis mendalam mengenai kelemahan mekanis dalam pergerakan servis Eala.

Macci menekankan pentingnya merombak total teknik servis Eala memanfaatkan jeda musim secara ilmiah. Menurutnya, masalah utama bukan terletak pada lemparan bola atau dorongan kaki, melainkan pada jalur pergerakan raket yang keliru saat diputar rekaman video berkecepatan tinggi.

Alex Eala. (Foto: Instagram/alex.eala)

"Servisnya di jeda musim nanti dapat dirombak 100 dengan pendekatan biomekanika berbasis sains secara bertahap. Dia perlu membongkarnya secara mendalam karena saat ini semuanya masih keliru dipahami," ungkap Rick Macci, dikutip dari Sportbible, Senin (26/10/2026).

Macci menambahkan bahwa langkah pembenahan teknik ini akan menjadi keputusan paling strategis untuk mengubah peta permainannya.

 

"Jika timnya ingin mengubah situasi secara total dan masuk ke laboratorium untuk mengubah kelemahan menjadi kekuatan besar, satu keputusan bedah teknis ini akan mengubah karier dan permainannya," tegas Macci.

2. Laga Selanjutnya

Eala kini memiliki waktu beberapa bulan sebelum menghadapi turnamen Grand Slam mendatang, Australian Open 2026 di Melbourne. Meski sebelumnya belum pernah melangkah melampaui babak pertama di Australia, peningkatan peringkat dunianya memberikan peluang lebih besar untuk tampil lebih baik.

Alex Eala. (Foto: Instagram/alex.eala)

Pencapaian terbaik Eala di tingkat Grand Slam terjadi pada Wimbledon tahun ini saat ia berhasil menembus babak keempat. Namun, untuk menjadi pesaing utama memperebutkan gelar bergengsi musim depan, perbaikan servis menjadi syarat mutlak yang harus segera ditangani.

Dalam waktu dekat, Eala dijadwalkan tampil di Pan Pacific Open di Tokyo. Pada babak pertama, ia bakal menghadapi petenis wildcard peringkat 308 dunia, Mika Stojsavljevic, yang menjadi pembuktian awal dari upaya perbaikan permainannya.

Topik Menarik