Telematika Bisa Tekan Biaya BBM Armada, Begini Cara Kerjanya
BEKASI – Penggunaan bahan bakar menjadi salah satu komponen biaya operasional yang perlu diperhatikan perusahaan dengan armada kendaraan (fleet) dalam jumlah besar. Salah satu cara untuk menekan pengeluaran tersebut adalah memantau aktivitas kendaraan, termasuk durasi mesin menyala saat kendaraan berhenti (idle time).
Terlebih, kenaikan harga bahan bakar membuat efisiensi operasional semakin penting. Penggunaan teknologi telematika menjadi salah satu cara yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memantau aktivitas armada dan mengendalikan konsumsi BBM.
Wayman Anwar dari Telematics & IoT Division PT Sumber Mas Autorindo (SMA), mitra Geotab, menjelaskan bahwa durasi mesin menyala saat kendaraan tidak bergerak dapat menjadi salah satu sumber pemborosan bahan bakar.
Dalam simulasi yang dipaparkannya, Wayman menggunakan contoh perusahaan dengan 100 kendaraan bermesin diesel. Pemantauan idle time melalui telematika dinilai dapat membantu perusahaan mengendalikan penggunaan bahan bakar dengan menetapkan batas waktu dan memberikan notifikasi kepada pengemudi.
Menurut Wayman, pengendalian operasional tidak hanya berkaitan dengan konsumsi BBM, tetapi juga perilaku pengemudi yang berpengaruh terhadap keselamatan di jalan.
Sementara itu, Regional Account Manager Asia Tenggara Geotab, Adam Ahmad, mengatakan bahwa telematika dapat memberikan informasi mengenai kondisi kendaraan, lingkungan jalan, serta perilaku pengemudi secara real-time.
Data tersebut, menurut dia, dapat dimanfaatkan perusahaan untuk mengevaluasi operasional armada sekaligus mendukung penelusuran kejadian di jalan.
“Telematika Geotab bukan hanya menghasilkan efisiensi angka-angka untuk perusahaan. Namun, lebih dari itu, menyelamatkan pengemudi yang punya keluarga dan menjaga reputasi perusahaan,” ujar Adam dalam diskusi di Bekasi, dikutip Minggu (25/10/2026).
"Data dari telematika Geotab juga akan sangat membantu kepolisian untuk mendapatkan data yang akurat mengenai penyebab utama kecelakaan. Fitur Geotab akan mudah melacak per detik efek jalan yang dilewati armada seperti apa, dan juga keadaan sisi kanan-kiri serta depan-belakang yang dilewati kendaraan," ucapnya.
Sementara itu, Chief Transport Operation Control Center (TOCC) Aerotrans—perusahaan yang tergabung dalam Garuda Indonesia Group—Hermawan, menjelaskan bahwa pihaknya mampu menghemat BBM hingga Rp600 juta dalam setahun setelah menggunakan teknologi telematika Geotab sejak 2024.
Hermawan mengatakan salah satu upaya penghematan dilakukan dengan membatasi idle time kendaraan maksimal 15 menit.
“Setelah setahun menggunakan, kami bisa menghemat BBM sampai Rp600 juta. Salah satu penghematan dari armada adalah mengatur idle time tidak lebih dari 15 menit,” ujar Hermawan dalam kesempatan yang sama.
Menurut Hermawan, sebelum menggunakan telematika, perusahaan kesulitan mengetahui alasan pengemudi menghentikan kendaraan dalam waktu lama. Melalui sistem pemantauan tersebut, aktivitas kendaraan dapat dipantau sehingga perusahaan memiliki data untuk mengevaluasi operasional armada.
Selain durasi berhenti, perusahaan juga dapat memantau perilaku pengemudi selama bertugas. Fitur pemantauan kamera, misalnya, membantu perusahaan memberikan peringatan apabila pengemudi menggunakan ponsel saat berkendara.
Sistem tersebut juga dapat memberikan notifikasi ketika pengemudi melampaui batas kecepatan yang telah ditentukan perusahaan. Dengan demikian, pengemudi dapat segera diingatkan untuk menyesuaikan kecepatan kendaraannya.
Hermawan mengatakan data perilaku berkendara juga dapat direkap untuk mengevaluasi kedisiplinan pengemudi. Selain mendukung efisiensi operasional, pemantauan tersebut membantu perusahaan meningkatkan perhatian terhadap keselamatan selama perjalanan.
“Paling penting data yang detail dari perangkat Geotab yang secara berkala mudah direkap, bisa memberikan keyakinan kepada customer bahwa armada kami aman untuk digunakan,” katanya.





