Kisah Menarik Hendra Setiawan, Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Pensiun dengan Dua Impian yang Belum Tercapai
LEGENDA Indonesia, Hendra Setiawan sudah lama pensiun sebagai atlet bulu tangkis profesional. Hendra pun disebut legenda karena sudah mengharumkan nama Tanah Air di dunia dengan berbagai gelar juara, namun ternyata masih ada dua gelar yang belum ia rasakan.
Hendra mencatatkan masa bakti luar biasa selama 35 tahun di dunia tepok bulu hingga menginjak usia 40 tahun. Ajang Indonesia Masters 2025 menjadi panggung terakhir bagi pemain yang berpamitan dari panggung kompetisi profesional bersama Mohammad Ahsan tersebut.
Melalui unggahan di kanal YouTube pribadinya, Hendra menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan kariernya. Ia mengaku tidak pernah membayangkan sanggup bertahan dan bersaing di level tertinggi hingga usia senja bagi seorang atlet.
"Ya yang pasti saya ingin mengucapkan terima kasih terutama pada Tuhan karena saya bersyukur saya bisa dikasih kesempatan main sampai hari ini, sampai umur segini, ya itu bener-bener di luar harapan saya lah," ujar Hendra.
1. Lemari Gelar yang Mentereng
Sepanjang kariernya, koleksi prestasi Hendra bisa dikatakan sangat mentereng dan sulit ditandingi. Ia sukses menyabet medali emas Olimpiade Beijing 2008, memboyong trofi Piala Thomas 2020, serta mengoleksi 30 gelar turnamen BWF yang dua di antaranya adalah titel All England.
Daftar pencapaian tersebut mengukuhkan namanya sebagai legenda hidup bulu tangkis dunia. Kendati demikian, pencapaian luar biasa itu rupanya belum sepenuhnya memuaskan dahaga sang Maestro di pentas internasional.
2. Gelar yang Belum Tercapai
Hal pertama yang menjadi rasa penasaran terbesar Hendra adalah kegagalannya membawa pulang Piala Sudirman ke Indonesia. Meski sudah tampil dalam lima edisi berbeda, capaian terbaiknya hanyalah meraih medali perak pada edisi 2007.
"Impian tuh sebenarnya sih satu, Sudirman Cup. Itu dari dulu ikut, kalah terus enggak dapet-dapet. Ya, mungkin memang belum dikasih kan," tutur Hendra.
Impian kedua yang belum terwujud adalah keinginan mengoleksi lebih dari satu medali Olimpiade, seperti pencapaian rival utamanya asal China, Fu Haifeng. Hendra sempat berlaga di Olimpiade Rio 2016 dan Tokyo 2020, namun nasib baik belum memihaknya.
Pada perhelatan Olimpiade Tokyo 2020, langkah Hendra bersama Ahsan terhenti di perebutan tempat ketiga sehingga harus puas finis di posisi keempat.
"Inginnya (setiap) olimpik dapat medali, tapi dua kali enggak dapet di Rio dan di Tokyo. Ya udah emang enggak dikasih. Ya (medali) apapun lah," tutup Hendra.









