Zaskia Adya Mecca Nangis saat Padamkan Karhutla, Sebut Kondisinya Tak Layak untuk Hidup

Zaskia Adya Mecca Nangis saat Padamkan Karhutla, Sebut Kondisinya Tak Layak untuk Hidup

Seleb | okezone | Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:01
share

JAKARTA - Zaskia Adya Mecca turun langsung menjadi relawan untuk membantu memadamkan kebakaran lahan gambut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Namun, pengalaman yang dijalaninya ternyata jauh lebih berat dari yang dibayangkan hingga membuat istri Hanung Bramantyo itu emosional dan menangis.

Semenjak berada di wilayah Kalimantan untuk menjadi relawan, Zaskia aktif membagikan berbagai momen melaui media sosial Instagram. Zaskia mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam upaya pemadaman kebakaran. 

Meski begitu, kondisi di lapangan membuatnya menyadari betapa sulitnya menangani kebakaran lahan gambut. Terutama ketika api menyebar luas sementara tenaga dan perlengkapan yang tersedia terbatas.

Zaskia menilai kondisi lingkungan di lokasi kebakaran sangat memprihatinkan. Ia bahkan menyebut tempat itu tidak layak untuk ditinggali manusia.

"Bodo amaat dibilang nangis muluuu, situasinya seEMOSIONAL itu soalnya. Sedih, marah, ga abis pikir, speechless. Sampe aku sakit maagh ga ilang2 selama disini," tulisnya dalam unggahan Instagram Story.

Meski kondisi udara disebut sudah lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya, asap di lokasi masih terasa pekat. Situasi tersebut menambah berat pekerjaan para relawan yang harus berhadapan langsung dengan kebakaran.

Zaskia juga menggambarkan besarnya kebakaran yang terjadi. Di tengah area yang terbakar luas, para relawan harus berupaya memadamkan api dengan sumber daya yang terbatas. Sementara itu, belum ada kepastian kapan kebakaran tersebut benar-benar bisa diatasi.

Hal lain yang membuat Zaskia terenyuh adalah perjuangan para relawan yang telah berada di lokasi selama berbulan-bulan. Saat baru menjalani hari kedua membantu pemadaman, ia sudah merasakan betapa beratnya pekerjaan tersebut. 

Ia pun membayangkan bagaimana para relawan yang telah berjuang selama empat bulan menghadapi kondisi serupa. Pengalaman itu memberinya gambaran langsung bahwa memadamkan kebakaran lahan gambut bukan pekerjaan yang mudah dan bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Besarnya area kebakaran, asap yang masih pekat, serta keterbatasan peralatan menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, api di lahan gambut bisa tetap membara di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan perhatian ekstra.

Zaskia pun membagikan pelajaran yang didapatnya selama berada di lapangan. Menurutnya, memadamkan satu titik api membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

Ia menyebut satu titik api perlu ditunggu setidaknya selama dua menit saat dipadamkan. Selang air juga tidak boleh digoyang-goyangkan sembarangan karena bagian bawah tanah masih bisa menyimpan bara api yang cukup dalam.

"Jadi madamin satu titik harus ditungguin minimal 2menit. Selang jangan digoyang2in krn bawahnya masih kebakar cukup dalam," tulisnya dalam slide berikutnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran lahan gambut membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Api yang terlihat sudah padam belum tentu benar-benar selesai jika bara di bawah permukaan masih menyala.

Di tengah pengalaman berat yang dirasakannya, Zaskia mengajak masyarakat untuk tidak berhenti memberikan perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, persoalan yang dihadapi di lapangan begitu besar sehingga membutuhkan kepedulian dan dukungan dari banyak pihak. Ia mengajak masyarakat tetap perlu bersuara dan membantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan masing-masing.
 

Topik Menarik