Deretan Kontroversi Maudy Ayunda, dari Pernyataan Pendidikan hingga Konten Mindfulness

Deretan Kontroversi Maudy Ayunda, dari Pernyataan Pendidikan hingga Konten Mindfulness

Seleb | okezone | Selasa, 22 September 2026 - 04:40
share

JAKARTA – Nama Maudy Ayunda kembali menjadi sorotan setelah konten mengenai mindfulness di tengah derasnya berita buruk menuai kritik di media sosial. Polemik tersebut bahkan berujung pada permintaan maaf terbuka dari Maudy.

Namun, kontroversi yang melibatkan nama Maudy bukan kali pertama terjadi. Sejumlah pernyataan maupun aktivitasnya pernah menjadi perbincangan publik, mulai dari isu pendidikan, peran sebagai juru bicara pemerintah, hingga persoalan pribadi yang sempat terekam dalam siaran Instagram.

Berikut sejumlah polemik Maudy Ayunda yang terdokumentasi:

1. Konten mindfulness dan tudingan tidak peka

Polemik terbaru bermula dari video “Mindfulness in the Age of Bad News” yang diunggah Maudy pada 21 Agustus 2026.

Dalam video tersebut, Maudy menceritakan dirinya merasa kewalahan menghadapi derasnya berita buruk dari dalam maupun luar negeri. Ia kemudian membagikan cara membatasi konsumsi berita agar tidak terus-menerus terbebani secara emosional.

Sebagian warganet mempertanyakan gagasan tersebut karena tidak semua orang memiliki pilihan untuk menjauh dari persoalan yang diberitakan. Terutama bagi masyarakat yang mengalami langsung dampak bencana, persoalan ekonomi, maupun kebijakan publik.

Kritik kemudian berkembang menjadi tudingan tone deaf dan perdebatan mengenai privilese.

Maudy akhirnya mengakui ada perspektif yang belum cukup ia pertimbangkan. Pada 20 September 2026, ia menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan masih perlu belajar untuk lebih mendengar, peka, serta terbuka terhadap perspektif berbeda.

2. Pernyataan ingin menghapus soal pilihan ganda

Pada 2023, Maudy juga sempat menuai kritik setelah berbicara mengenai sistem pendidikan Indonesia.

Dalam sebuah kesempatan, ia ditanya apa yang akan dilakukan jika menjadi Menteri Pendidikan. Maudy menjawab ingin menghapus soal pilihan ganda karena menurutnya model tersebut dapat membuat siswa lebih terbiasa menghafal dibanding melakukan analisis.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari sejumlah guru dan warganet. Kritik antara lain mempertanyakan pengalaman Maudy dalam menjalani pendidikan dasar di sekolah negeri serta pengalaman mengajar di sekolah negeri.

Maudy kemudian memberikan klarifikasi mengenai pernyataannya tersebut.

3. Penunjukan sebagai Juru Bicara Presidensi G20

Pada 2022, Maudy dipercaya pemerintah menjadi salah satu juru bicara untuk Presidensi G20 Indonesia.

Penunjukan tersebut juga tidak lepas dari kritik. Sejumlah pengamat mempertanyakan efektivitas penunjukan figur publik untuk posisi tersebut dan menilainya lebih bersifat simbolis atau gimmick.

Kritik itu terutama diarahkan kepada keputusan pemerintah dalam memilih Maudy, bukan tuduhan bahwa Maudy melakukan pelanggaran tertentu.

Di sisi lain, posisi tersebut membuat Maudy ikut menjadi salah satu wajah komunikasi pemerintah dalam agenda Presidensi G20 Indonesia.

4. Siaran Instagram yang memperdengarkan pertengkaran

Pada Juli 2020, Maudy Ayunda juga sempat menjadi perhatian setelah siaran langsung Instagram miliknya tanpa sengaja memperdengarkan percakapan pertengkaran dengan seorang pria.

Dalam siaran tersebut, layar disebut dalam kondisi gelap, tetapi suara percakapan terdengar. Pria tersebut terdengar mempermasalahkan perhatian Maudy, sementara keduanya terlibat dalam perdebatan selama sekitar 30 menit.

Peristiwa itu kemudian dikaitkan dengan kehidupan pribadi Maudy. Setelah kejadian tersebut, Maudy memberikan tanda bahwa kondisinya baik-baik saja melalui unggahan dengan keterangan “All is good.”

5. Sorotan terhadap kehidupan pribadi setelah lulus Stanford

Kontroversi lain datang bukan karena pernyataan Maudy, melainkan komentar warganet terhadap kehidupan pribadinya.

Pada 2021, setelah Maudy menyelesaikan pendidikan S2 di Stanford University, sebuah komentar di media sosial mempertanyakan manfaat pendidikan tingginya jika pada akhirnya ia menjadi ibu rumah tangga setelah menikah.

Komentar tersebut kemudian viral dan justru memicu gelombang pembelaan terhadap Maudy. Banyak warganet menilai pendidikan tinggi tidak semestinya dipandang hanya dari status pekerjaan perempuan setelah menikah.

Topik Menarik