Unik, Film PIYE TO KIH? Suguhkan Drama Komedi Beda Alam
JAKARTA - Industri perfilman Tanah Air kembali diwarnai dengan suguhan drama komedi berjudul PIYE TO KIH?. Film ini mengangkat premis menggelitik sekaligus menyentil lewat tagline: “Udah beda alam, beda agama pula… piye to kih?”
Dalam trailer resminya, film ini memperlihatkan lika-liku hidup Mukidi (diperankan oleh Heri Chandra), seorang pria yang mati-matian ingin membuktikan diri pantas untuk melangkah ke pelaminan. Bukannya sukses, hidupnya justru makin ambyar.
Di tengah keterpurukan itu, Mukidi justru bertemu Sukma (Dara Sarasvati), sosok perempuan misterius dari alam lain. Tak berhenti sampai di situ, jalinan asmara mereka kian runyam karena keyakinan keduanya pun berbeda.
Meski menyuguhkan unsur supranatural, film keluaran Rumah produksi MIRACLE Pictures ini menegaskan humor yang dihadirkan berakar dari keruwetan nasib Mukidi. Film ini juga mengemas pesan hangat mengenai nilai persahabatan, kehangatan keluarga, kejujuran, hingga keberanian seseorang untuk bangkit memperbaiki diri.
Kekacauan hidup Mukidi semakin jenaka berkat kehadiran dua sahabatnya, Gendut (Sutrisno Agung) dan Penyok (Eko Dunung), yang tak sekadar melontarkan tawa, melainkan menjadi saksi jatuh bangun sang tokoh utama.
Sekadar informasi, film PIYE TO KIH? turut melibatkan aktor papan atas diantaranya Gabriella Desta, Yono Bakrie, Devina Aureel, TJ Ruth, Marwoto, Ibnu Gundul, Ivonne Dahler, Wiyono, Rizka Oktavia, hingga Lorenzo Gibbs.
Selain suguhan visual dan akting yang memikat, emosi penonton nantinya akan dimanjakan oleh alunan empat original soundtrack (OST) karya musisi Lek Dahlan, yaitu Sigaran Nyowo, Kelangan, Gemati, dan lagu Piye To Kih?.
Menariknya, lagu tema utama Piye To Kih? dinyanyikan langsung oleh karakter Mukidi, Gendut, dan Penyok. Lek Dahlan bersama para pemeran pun sempat unjuk gigi membawakan soundtrack tersebut secara langsung melalui roadshow di 17 kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai 22 Oktober 2026.
Film ini sendiri dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026 mendatang.




