Trade Expo Indonesia 2026, UMKM Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar
JAKARTA - PT Astra International Tbk (Astra) mencatatkan total nilai kontrak dan transaksi lebih dari USD 24,29 juta atau setara sekitar Rp400 miliar di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Partisipasi tersebut melanjutkan upaya Astra memperluas akses pasar ekspor bagi UMKM nasional.
Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang mengatakan pengembangan UMKM menjadi bagian penting dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui perluasan akses pasar internasional.
"Astra percaya bahwa UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk melalui penetrasinya di pasar ekspor. Oleh karena itu, Astra terus mendukung pengembangan UMKM agar dapat membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih luas sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Boy di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha bersaing di pasar global, Astra menjalankan program Desa Sejahtera Astra Export Champion bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Program tersebut mencakup sejumlah tahapan pembinaan, mulai dari kurasi produk, pelatihan ekspor, matrikulasi, hingga business pitching dan business matching.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM didorong meningkatkan kesiapan produk sekaligus memperoleh kesempatan bertemu dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Setidaknya 30 peserta hadir di booth Astra, terdiri atas 20 Desa Sejahtera Astra dan 10 UMKM binaan Yayasan Astra-YDBA serta Grup Astra. Sementara itu, tujuh Desa Sejahtera Astra lainnya menampilkan produk di booth Desa BISA Ekspor milik Kementerian Perdagangan.
Selain peserta tersebut, Astra juga menghadirkan 25 produk UMKM binaan Astra dan Yayasan Astra-YDBA lainnya untuk dipamerkan di booth perusahaan.
Produk yang ditampilkan Astra pada TEI 2026 berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan komoditas unggulan mulai dari kopi, teh, kakao, hingga aneka produk olahan pangan dan minuman.
Untuk komoditas kopi, Astra menghadirkan produk green bean coffee dan kopi bubuk jenis arabika maupun robusta.
Produk tersebut berasal dari Desa Sejahtera Astra di Bajawa, Cikoneng, Takengon, Cikajang, Agam, Lampung Barat, Pagar Alam, dan Pakenjeng Garut.
Selain dari desa binaan, komoditas kopi juga dihadirkan oleh sejumlah UMKM binaan Astra, yakni Mucrova Indonesia, Koperasi Marangkai Sejahtera, CV Banyu Hitam Abadi, dan PT Bibit Baik Indonesia.
Pada kategori teh, produk yang dipamerkan mencakup loose leaf tea, artisan tea, dan tea blend. Produk tersebut berasal dari UMKM binaan Yayasan Astra-YDBA, yaitu PT Tiga Ekarasa Harmoni (Teapotto) dan PT Tsurayaa Pratama Intl.
Sementara untuk komoditas kakao, Astra menghadirkan fermented cocoa beans, cocoa nibs, dan cocoa paste yang dihasilkan Desa Sejahtera Astra di Tabanan, Sikka, dan Berau, serta PT Windah Berkah Sejahtera.
Tak hanya komoditas perkebunan, Astra juga menampilkan beragam produk olahan pangan dan minuman.
Produk tersebut meliputi minuman herbal, gula kelapa, coconut aminos, butter, gelato, hingga aneka camilan seperti keripik tempe, abon, dan cookies.
Seluruh produk tersebut berasal dari pelaku UMKM binaan Yayasan Astra-YDBA, Desa Sejahtera Astra, dan Grup Astra.
Berbagai komoditas unggulan tersebut disiapkan untuk menjangkau permintaan pasar global, termasuk Singapura, Jepang, Belanda, Vietnam, Italia, Tiongkok, India, Argentina, Bahrain, Spanyol, Thailand, Kaledonia Baru, Taiwan, Aljazair, Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Prancis.
Kontrak dan Transaksi Tembus Rp400 Miliar
Keterlibatan Astra dalam Trade Expo Indonesia telah dimulai sejak 2018 sebagai bagian dari rangkaian Road to Dubai Expo 2020.
Partisipasi tersebut terus dikembangkan sebagai salah satu sarana mempertemukan pelaku usaha binaan dengan calon pembeli internasional.
Selama empat tahun berturut-turut sejak 2022, Astra telah melibatkan lebih dari 50 pelaku usaha, termasuk UMKM dan Desa Sejahtera Astra, dalam ajang tersebut.
Dari partisipasi itu, total nilai kontrak dan transaksi yang berhasil dicatatkan pelaku usaha binaan mencapai lebih dari USD 24,29 juta atau sekitar Rp400 miliar.
Pembeli produk UMKM binaan Astra berasal dari sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Jerman, Nigeria, Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang, dan Australia.










