Laba Askrindo Capai Rp1,69 Triliun, Aset Tembus Rp31 Triliun

Laba Askrindo Capai Rp1,69 Triliun, Aset Tembus Rp31 Triliun

Ekonomi | okezone | Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:09
share

JAKARTA – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) membukukan laba setelah pajak konsolidasian sebesar Rp1,69 triliun. Pada periode yang sama, perusahaan asuransi dan penjaminan tersebut mencatatkan total aset konsolidasian sebesar Rp31 triliun, mencerminkan kinerja keuangan perusahaan di tengah dinamika industri asuransi.

Selain itu, Askrindo mencatatkan pendapatan penjaminan entitas induk sebesar Rp3,30 triliun dengan beban penjaminan Rp1,90 triliun sepanjang 2025. Perusahaan menyebut capaian tersebut didukung oleh pengelolaan risiko dan upaya menjaga kualitas portofolio bisnis.

Direktur Utama Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, mengatakan perusahaan menerapkan strategi bisnis dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta memperkuat tata kelola melalui prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC).

Menurut Mahelan, pengelolaan risiko menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan. Askrindo juga memperkuat kesadaran terhadap risiko (risk awareness) di seluruh lini organisasi untuk mendukung penerapan tata kelola yang lebih disiplin.

Di sisi pelaporan keuangan, Askrindo menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117. Standar tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan transparansi laporan keuangan dan menyelaraskan pelaporan dengan standar akuntansi yang berlaku.

“Implementasi PSAK 117 pada laporan keuangan menjadi katalis positif yang mengedepankan transparansi dan keselarasan dengan praktik global,” ujar Mahelan.

Askrindo juga berupaya menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan melalui penguatan pengelolaan perusahaan dan kolaborasi dengan mitra perbankan, korporasi, serta instansi terkait.

Mahelan mengatakan perusahaan akan terus menjaga kelangsungan operasional di tengah rencana pemerintah melakukan penataan atau streamlining industri asuransi. Ia memastikan proses tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan maupun layanan kepada mitra dan pemangku kepentingan.

“Kami memastikan bahwa proses streamlining ini berjalan tanpa mengganggu operasional perusahaan. Seluruh lini bisnis akan tetap berjalan secara optimal dan terus menunjukkan kinerja terbaik serta komitmen penuh kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan,” tutup Mahelan.

Topik Menarik