Kinerja Bongkar Muat Batu Bara KAI Logistik Tembus 4,27 Juta Ton di Kuartal III-2026

Kinerja Bongkar Muat Batu Bara KAI Logistik Tembus 4,27 Juta Ton di Kuartal III-2026

Ekonomi | okezone | Senin, 12 Oktober 2026 - 20:03
share

JAKARTA - Aktivitas bongkar muat merupakan salah satu mata rantai penting dalam memastikan kelancaran arus komoditas energi dari titik kedatangan menuju fasilitas atau titik tujuan berikutnya. 

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan loading dan unloading yang andal dan efisien, KAI Logistik terus memperkuat kapabilitas pengelolaan jasa bongkar muat batu bara sebagai bagian dari kontribusinya dalam mendukung kelancaran rantai pasok energi nasional.

Hingga September 2026, KAI Logistik mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam pengelolaan bongkar muat batu bara. Pada September 2026, volume pengelolaan mencapai 1,566 juta ton, sekaligus menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun 2026 atau meningkat sekitar 9 dibandingkan bulan sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut juga tercermin pada kinerja secara triwulanan. Sepanjang Triwulan III 2026, KAI Logistik mencatatkan volume pengelolaan bongkar muat batubara sebesar 4.271.642 ton, meningkat 26 dibandingkan Triwulan II 2026 dan tumbuh 10 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Yuskal Setiawan, Direktur Utama KAI Logistik menyampaikan bahwa peningkatan kinerja tersebut mencerminkan semakin kuatnya kapasitas operasional perusahaan dalam mendukung pergerakan komoditas energi, sekaligus memperkuat peran KAI Logistik dalam ekosistem logistik nasional. 

“Komoditas energi memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas industri dan perekonomian. Karena itu, keandalan rantai pasok energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan komoditas, tetapi juga oleh kemampuan sistem logistik dalam memastikan distribusinya berlangsung secara andal, efisien, dan berkesinambungan. KAI Logistik berkomitmen mengambil bagian dalam memastikan konektivitas tersebut melalui penguatan kapasitas dan keandalan layanan logistik berbasis kereta api," katanya. 

 

Peningkatan kinerja tersebut antara lain didorong oleh peningkatan volume salah satu mitra IUP dengan area operasional di Terminal Muara Lawai, dengan penambahan hingga empat rangkaian kereta. 

Setiap trainset terdiri atas 55 Gerbong Datar (GD) atau setara dengan 110 container. Dengan kapasitas rata-rata sekitar 23 ton per container, satu trainset memiliki kapasitas sekitar 2.300 sampai dengan 2.530 metrik ton.

”Penambahan rangkaian tersebut memberikan tambahan kapasitas sekaligus mendukung kelancaran arus komoditas dari wilayah produksi menuju titik tujuan. Optimalisasi layanan berbasis kereta api menjadi salah satu upaya KAI Logistik dalam meningkatkan kapasitas angkut dan menjaga keandalan distribusi komoditas dalam skala besar,” lanjut Yuskal.

Selain peningkatan volume di Muara Lawai, pertumbuhan kinerja juga didukung oleh penambahan mitra melalui dengan relasi Tanjung Enim Kertapati yang mulai dilayani sejak Juli 2026. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi volume hingga 2,2 juta ton sampai dengan akhir tahun 2026.

Penambahan kapasitas dan perluasan kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi KAI Logistik dalam memperkuat konektivitas logistik pada koridor-koridor strategis. Dengan dukungan jaringan perkeretaapian, layanan bongkar muat dan distribusi dapat terintegrasi secara lebih efektif antara sentra produksi, terminal, dan titik tujuan.

”Ke depan, KAI Logistik akan terus memperkuat kapasitas, produktivitas, dan konektivitas layanan untuk mendukung kebutuhan distribusi komoditas strategis. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan logistik yang andal, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan rantai pasok dan kesinambungan aktivitas ekonomi nasional,” tutup Yuskal.

Dengan kapabilitas yang terus dikembangkan, KAI Logistik tidak hanya berperan sebagai pengelola layanan logistik, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur logistik strategis dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas energi bagi keberlangsungan industri dan perekonomian nasional.

Topik Menarik