Penyebab John Herdman Belum Lihat Potensi Terbaik Skuad Timnas Indonesia

Penyebab John Herdman Belum Lihat Potensi Terbaik Skuad Timnas Indonesia

Terkini | okezone | Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:03
share

JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku belum melihat potensi terbaik dari skuadnya. Sebab, selama ini, ia tak pernah punya gambaran utuh mengenai kualitas tim.

Herdman mengungkapkan masih ada beberapa pemain yang belum sempat bergabung dalam pemusatan latihan di bawah arahannya. Selain itu, ada juga yang masih dalam proses pemulihan cedera.

Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)

"Jujur, saya belum sempat bekerja dengan skuad terbaik Indonesia secara utuh. Masih ada pemain yang belum pernah ikut pemusatan latihan bareng selama masa kepelatihan saya,” kata Herdman saat diwawancarai langsung di iNews Tower Lantai 10, Jakarta, Kamis 8 Oktober 2026.

“Ada juga pemain yang baru pulih dari cedera yang saya sudah enggak sabar buat latih,” sambung pria berkebangsaan Inggris itu.

1. Belum Lihat Potensi

Maka dari itu, Herdman merasa belum melihat potensi Timnas Indonesia secara utuh. Namun ia tetap berharap semua pemain bisa segera pulih khususnya yang tengah mengalami cedera guna menghadapi Piala Asia 2027. 

“Saya rasa saya belum melihat potensi terbaik dari tim Indonesia ini, dan semoga semuanya siap serta fit saat AFC nanti," tambah Herdman.

Meski begitu, Herdman optimistis kualitas para pemain akan meningkat pesat seiring berjalannya waktu, terutama saat dihadapkan pada persaingan tingkat tinggi di level Asia maupun dunia. Menurutnya, atmosfer kompetisi yang ketat justru akan memicu perkembangan positif dalam tim.

 

“Saya pikir hal pertama, steel sharpens steel. Jadi, pas kita masuk ke turnamen dengan tim-tim berkelas tinggi, kita bakal merespons dan berkembang,” papar pria kelahiran Consett itu.

“Menurut saya itu hal yang bikin penasaran buat para pemain. Di dalam tim ini sebenarnya sudah ada banyak kualitas yang bakal merespons dan berkembang dengan baik di lingkungan seperti itu,” tutur Herdman.

2. Poles

Ole Romeny beraksi di laga Timnas Indonesia vs Timnas Bangladesh (Foto: Okezone/Isra Triansyah)

Selain itu, Herdman menyebut seluruh elemen permainan masih bisa dipoles. Fokus perbaikan tidak hanya terbatas pada taktik saat laga berjalan, tetapi juga detail-detail krusial seperti skema bola mati yang sering kali menjadi pembeda di level internasional.

"Saya rasa semua area masih terbuka buat ditingkatkan. Itu bagian dari filosofi kami, perbaikan berkelanjutan di setiap momen permainan mulai dari transisi, bertahan, menyerang, organisasi serangan, sampai eksekusi set piece. Semuanya harus ditingkatkan agar mencapai level berikutnya," tandasnya.

Topik Menarik