Tambal Defisit APBN, Kemenkeu Bakal Gelar Lelang SBN hingga Buka Opsi Global Bond

Tambal Defisit APBN, Kemenkeu Bakal Gelar Lelang SBN hingga Buka Opsi Global Bond

Terkini | idxchannel | Jum'at, 9 Oktober 2026 - 17:10
share

IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan 12 kali lelang Surat Berharga Negara (SBN) reguler pada kuartal IV-2026 untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah juga membuka opsi penerbitan obligasi berdenominasi valuta asing (global bond).

Strategi tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dengan asumsi defisit APBN sebesar 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga akhir tahun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto mengatakan, pemerintah akan mengoptimalkan penerbitan SBN dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar dan biaya utang.

"Strategi pembiayaan utang kita adalah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN dengan skenario defisit 2,85 persen sebagaimana outlook APBN," ujar Suminto dalam konferensi pers APBN di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Pada kuartal IV-2026, pemerintah masih memiliki enam kali lelang Surat Utang Negara (SUN) dan enam kali lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Seluruh lelang reguler tersebut dijadwalkan berlangsung setiap Selasa.

Selain itu, pemerintah merencanakan dua penerbitan SBN ritel, yakni Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015 dan Sukuk Tabungan seri ST017.

"Untuk memenuhi sisa kebutuhan pembiayaan di kuartal IV, kita masih memiliki jadwal 12 kali lelang SBN reguler setiap hari Selasa yang terdiri dari enam kali lelang SUN dan enam kali lelang SBSN, serta dua kali penerbitan SBN ritel yakni Savings Bond Ritel 015 konvensional dan Sukuk Tabungan 017 syariah," kata Suminto.

Di luar pasar domestik, Kemenkeu masih membuka peluang penerbitan SBN berdenominasi valas. Namun, realisasi penerbitan akan bergantung pada kondisi pasar global dan tingkat biaya dana yang dapat diperoleh pemerintah.

Suminto mengatakan, dokumentasi hukum dan administrasi untuk penerbitan SBN valas telah disiapkan sehingga transaksi dapat dilakukan ketika kondisi pasar dinilai menguntungkan.

Selain penerbitan surat utang, pemerintah juga menyiapkan penarikan pinjaman program dari mitra bilateral dan multilateral sebesar USD1,8 miliar pada kuartal IV-2026.

"Ruang untuk penerbitan SBN valas masih ada tergantung kondisi pasar dan kami telah menyiapkan dokumentasinya, selain potensi penarikan pinjaman program bilateral dan multilateral sebesar USD1,8 miliar yang siap ditarik pada kuartal IV-2026," ujar Suminto.

Dengan kombinasi lelang SBN domestik, penerbitan surat utang valas, dan penarikan pinjaman program, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan pembiayaan APBN terpenuhi hingga akhir tahun dengan tetap memperhatikan kondisi pasar keuangan dan biaya utang.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik