Bukan Sekadar Kompetisi, Liga Putri Jadi Gerbang Pemain Muda ke Timnas Indonesia

Bukan Sekadar Kompetisi, Liga Putri Jadi Gerbang Pemain Muda ke Timnas Indonesia

Terkini | okezone | Jum'at, 9 Oktober 2026 - 22:02
share

KOMPETISI sepak bola usia muda menjadi salah satu jalur penting dalam pembinaan pemain putri Indonesia menuju Tim Nasional (Timnas) Putri Indonesia. Salah satunya lewat Soccer League yang memasuki musim 2026-2027 dengan melibatkan 110 tim kategori U-15 dan U-18 di lima kota.

Kompetisi yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama HYDROPLUS itu sebelumnya diikuti 1.723 peserta pada musim perdana. Dari kompetisi tersebut, sebanyak 53 pemain mendapat kesempatan memperkuat Timnas Putri Indonesia U-16 di Srikandi Merdeka Cup yang berakhir dengan Indonesia sebagai runner-up.

Tidak hanya itu, 21 jebolan Soccer League juga masuk dalam skuad Timnas Putri Indonesia pada Kualifikasi AFC U-17 2027. Group Brand Head HYDROPLUS, Yose Moriza, menilai kompetisi tersebut menjadi ruang bagi pesepak bola putri muda untuk mendapatkan pengalaman sekaligus menunjukkan kemampuan mereka.

“Kami ingin memberikan panggung bagi para pesepakbola putri muda untuk bertanding, berkembang, dan menunjukkan potensinya,” ujar Yose.

Program Director Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan kompetisi tersebut menjadi bagian dari ekosistem pembinaan sepak bola putri yang dikembangkan Djarum Foundation, mulai kelompok usia dini hingga jenjang profesional dan tim nasional.

Liga Putri penting baik untuk regenerasi pemain Timnas Putri Indonesia

“Dua kompetisi ini dapat mengantarkan pesepakbola putri menapaki jenjang yang lebih tinggi seperti Indonesia Women's League,” kata Teddy.

Memasuki musim kedua, Soccer League memperluas jangkauan dengan menambah Surakarta sebagai salah satu kota penyelenggaraan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaring lebih banyak tim di Jawa Tengah, termasuk dari wilayah Yogyakarta.

“Hal ini juga bertujuan untuk menjangkau tim-tim yang bermarkas di area selatan Pulau Jawa seperti Yogyakarta,” tutur Teddy.

 

Tak hanya memperluas wilayah, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah regulasi baru untuk meningkatkan profesionalisme kompetisi. Salah satunya kesepakatan antara tim dan orangtua terkait proses rekrutmen serta manfaat yang diterima pemain.

Selain itu, jendela transfer mulai diberlakukan pada awal dan pertengahan musim. Aturan tersebut diharapkan membuat para pemain tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga memahami regulasi dalam sepak bola.

“Jadi kami berharap, tidak hanya piawai di lapangan hijau, tetapi mereka juga mulai memahami regulasi dan aturan-aturan dalam dunia sepakbola,” tandas Teddy.

Salah satu pemain yang merasakan dampak kompetisi tersebut adalah Nafeeza Ayasha Nori. Mengikuti Soccer League sejak musim perdana, pemain kelahiran 29 Maret 2011 itu kini menjadi bagian dari Timnas Putri Indonesia pada Kualifikasi AFC U-17 2027.

Liga Putri penting baik untuk regenerasi pemain Timnas Putri Indonesia

Nafeeza mengaku kompetisi tersebut memberikan pengalaman penting dalam perjalanan kariernya hingga mendapat kesempatan memperkuat Timnas Putri Indonesia.

“Liga ini juga memiliki peran untuk perjalanan aku menuju tim nasional sekarang ini,” ucap Nafeeza.

Pada musim kedua, Nafeeza akan memperkuat Akademi Persib Bandung U-18. Ia berharap pengalaman menghadapi tim dari berbagai daerah pada musim sebelumnya dapat membantunya meningkatkan kemampuan dan prestasi.

Soccer League 2026/2027 akan berlangsung di lima kota. Regional Jakarta dimulai pada 10 Oktober, Bandung 17 Oktober, Surabaya 18 Oktober, serta Kudus dan Surakarta pada 25 Oktober 2026.

Jakarta diikuti 28 tim, Bandung 26 tim, Surabaya 19 tim, Kudus 24 tim, dan Surakarta 13 tim. Total 110 tim akan bersaing pada kompetisi kategori U-15 dan U-18.

Topik Menarik