Pengembangan CRM Berbasis AI Tanpa Latar Belakang IT, Intip Kisah Inspiratif dari NUS Business School

Pengembangan CRM Berbasis AI Tanpa Latar Belakang IT, Intip Kisah Inspiratif dari NUS Business School

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:12
share

SINGAPURA – Transformasi digital sering kali identik dengan barisan kode rumit, tim pengembang yang mahal, serta anggaran besar. Namun, anggapan tersebut berhasil dipatahkan oleh Erick Villalobos, seorang CEO tanpa latar belakang teknis yang sukses memecahkan masalah operasional perusahaannya menggunakan kecerdasan buatan.

Ketika mengambil alih Evermove Engineering pada Oktober 2025, Erick mewarisi perusahaan pasokan industri di Singapura yang menyimpan data transaksi melimpah selama 12 tahun. Sayangnya, kekayaan data dari sekitar 1.000 akun pelanggan tersebut tidak tersentuh karena ketiadaan tim data maupun departemen IT yang memadai.

Upaya masa lalu untuk menerapkan sistem CRM (Manajemen Hubungan Pelanggan) mandek di tengah jalan setelah menghabiskan biaya besar namun gagal disesuaikan dengan cara kerja tim. Dari situ, ia menyadari bahwa adopsi teknologi tanpa arah yang jelas hanya berujung pada pemborosan sumber daya perusahaan.

Titik balik perjalanan tersebut terjadi pada Februari 2026 ketika ia mengikuti program Pendidikan Eksekutif di NUS Business School. Sebagai institusi unggulan di bawah naungan National University of Singapore (NUS)  universitas terkemuka dengan 15 fakultas dan standar akreditasi global AACSB serta EQUIS, sekolah bisnis ini dikenal konsisten memimpin peringkat pertama di Asia.

Melalui pendekatan berbasis praktik di NUS Business School, cara pandang Erick terhadap teknologi mengalami pergeseran total. Alih-alih melihat AI sebagai sistem rumit yang membutuhkan insinyur khusus, ia mulai memandangnya sebagai perangkat intuitif yang merespons pola pikir dan logika bisnis yang jernih.

1. Peran Agen AI dalam Merevolusi Sistem Penjualan

Berbekal wawasan baru dari program eksekutif tersebut, Erick memutuskan untuk tidak lagi bergantung pada brief pengembangan perangkat lunak yang rumit. Ia langsung duduk bersama Manus, sebuah agen AI, untuk memaparkan tantangan bisnis yang dihadapinya secara lugas.

Hanya dalam waktu dua jam, sistem CRM khusus yang terintegrasi dengan data riil perusahaan berhasil dibangun dan langsung beroperasi. Perangkat cerdas ini mampu mengotomatisasi jadwal panggilan mingguan tim penjualan secara efektif tanpa hambatan teknis yang berarti.

 

2. Adaptasi Berkelanjutan untuk Kebutuhan Bisnis Modern

Memasuki bulan pertama pemakaian, penyempurnaan sistem dilakukan secara berkala setiap dua minggu untuk merespons dinamika operasional yang muncul. Siklus tersebut kini berjalan rutin setiap bulan guna menghadirkan fitur baru yang relevan bagi pertumbuhan perusahaan.

Kisah sukses ini membuktikan batas antara pemimpin bisnis dan inovasi teknologi kini semakin tipis. Dengan perpaduan pola pikir strategis yang tajam dan pemanfaatan perangkat AI yang tepat, tantangan operasional klasik dapat diselesaikan secara cepat dan efisien.

Topik Menarik