Kemenag: Pramuka Santri Padukan Keislaman, Kebangsaan dan Kejuangan!

Kemenag: Pramuka Santri Padukan Keislaman, Kebangsaan dan Kejuangan!

Nasional | okezone | Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:15
share

JAKARTA  — Kementerian Agama (Kemenag) menutup Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar sebelumnya mengatakan, kolaborasi antara pondok pesantren (Ponpes) dan Pramuka dapat melahirkan generasi berdaya saing yang akan membawa Indonesia lebih mampu berbicara banyak di dunia internasional.

“Saya berharap ke depan kolaborasi pesantren dengan Pramuka melahirkan kader bangsa yang menjadi ahli waris intelektual dan spiritual bangsanya sendiri, sehingga Indonesia bersaing di kancah internasional,” kata Nasaruddin, beberapa waktu lalu.

Dirjen Pesantren Kemenag Mastuki, mengatakan PPSN VI diikuti 4.524 peserta dari 34 provinsi. Mereka didukung 135 panitia, 136 Pembina Pendamping (Bindamping), dan 105 Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda).

"Kehadiran kontingen dari 34 provinsi ini menunjukkan luasnya partisipasi pesantren dan gerakan kepramukaan santri dari berbagai penjuru Nusantara," ujarnya.

Dalam amanatnya, Mastuki memaparkan enam capaian penting selama penyelenggaraan PPSN VI. Pertama, peluncuran Saka Amal Bakti Kementerian Agama.

“Kedua, terlaksananya rangkaian kegiatan kepramukaan dan pembinaan karakter santri. Selama tujuh hari, para Pramuka Santri mengikuti aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, dan kebersamaan,” ujarnya.

Sedangkan yang ketiga, gerakan penanaman 1.000 pohon di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur II pada 3 Oktober 2026.

 

“Keempat, penguatan wawasan ekologis dan nilai-nilai pendidikan pesantren. Melalui kegiatan edukatif, termasuk pembahasan ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta, peserta memperoleh pengayaan tentang kepedulian terhadap alam, nilai kemanusiaan, dan pembentukan karakter,” ujarnya.

Sedangkan yang kelima, terbangunnya kolaborasi lintas kelembagaan antara Kementerian Agama, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Sako Ma'arif PBNU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Pondok Pesantren An-Nur II sebagai tuan rumah.

“Dan yang keenam, terbukanya peluang perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan peserta, panitia, pendamping, dan undangan turut menggerakkan sektor konsumsi, penginapan, transportasi, perdagangan, jasa laundry, serta produk UMKM,” pungkasnya.

Upacara penutupan dihadiri oleh Para pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, serta perwakilan Kanwil dan lain sebagainya.

Topik Menarik