Arab Saudi Temukan 114 Juta Ton Bijih Mengandung Uranium dan Unsur Tanah Langka di Madinah
JAKARTA - Arab Saudi mengungkap temuan sumber daya mineral dalam jumlah besar di wilayah Madinah. Penelitian dan studi geologi di proyek Jabal Sayid mengidentifikasi sekitar 114 juta ton bijih, yang mengandung unsur tanah langka, terutama unsur tanah langka berat, serta konsentrasi uranium yang dinilai menjanjikan.
Temuan tersebut disampaikan Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman Al Saud, dalam Konferensi Umum IEA di Vienna. Pernyataan tersebut kemudian dilaporkan oleh televisi pemerintah Arab Saudi pada Senin 14 September 2026.
Menurut Pangeran Abdulaziz, hasil penelitian di proyek Jabal Sayid menunjukkan potensi sumber daya mineral yang signifikan.
"Penelitian dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di wilayah Madinah telah mengidentifikasi sumber daya perkiraan sekitar 114 juta ton bijih yang mengandung unsur bumi langka, terutama unsur bumi langka berat, di samping konsentrasi yang menjanjikan uranium," kata Pangeran Abdulaziz dilansir dari kuwait times, Selasa (15/9/2026).
Ia menilai temuan tersebut menempatkan proyek Jabal Sayid sebagai salah satu lokasi sumber daya unsur tanah langka yang paling signifikan yang saat ini sedang dikembangkan di dunia.
"Ini menempatkan proyek ini di antara situs-situs sumber daya bumi langka yang paling signifikan saat ini yang sedang dikembangkan secara global," ujarnya.
Menurutnya, upaya pengembangan sumber daya mineral kritis tersebut semakin mendapatkan momentum setelah kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi ke Amerika Serikat pada November 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Arab Saudi dan Amerika Serikat menandatangani kerangka kerja sama terkait mineral kritis dan penguatan rantai pasokan.
"Ke arah ini mendapatkan momentum tambahan selama kunjungan HRH, Putra Mahkota Amerika Serikat, ke Amerika Serikat pada November 2025, ketika kedua negara menandatangani kerangka kerja untuk kerjasama mengenai mineral kritikal dan pengekalan rantai pasokan," kata Pangeran Abdulaziz.
Setelah kesepakatan tersebut, kerja sama kemudian berkembang antara perusahaan pertambangan Arab Saudi, Ma'aden, dan perusahaan Amerika MP Materials.
Kemitraan tersebut diarahkan untuk mengembangkan kemampuan pengolahan dan pemisahan unsur tanah langka, sekaligus produksi uranium yang terkait dengan sumber daya mineral tersebut.
"Setelah itu, terjadi kemitraan antara Perusahaan Pertambangan Arab Saudi, Ma'aden, dan perusahaan Amerika MP Materials untuk mengembangkan kemampuan untuk pengolahan dan pemisahan unsur bumi langka serta produksi uranium yang terkait," pungkasnya.










