3 ASN Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Hak Kepegawaian Korban Sudah Diselesaikan

3 ASN Jayawijaya Tewas Ditembak KKB, Hak Kepegawaian Korban Sudah Diselesaikan

Ekonomi | okezone | Jum'at, 11 September 2026 - 16:50
share

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Rini Widyantini mengecam keras aksi penembakan oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan yang merenggut nyawa tiga orang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian setempat. 

Rini menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden maut tersebut sekaligus memastikan hak-hak kedinasan para korban langsung dituntaskan. Pemerintah menegaskan keselamatan serta pelindungan bagi aparatur yang bertugas di garis depan pelayanan masyarakat merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar. 

Rini langsung turun tangan mengawal penanganan administratif bagi para pegawai yang gugur saat menjalankan tugas negara tersebut.

"Tentunya saya sebagai Menteri PANRB mengucapkan duka yang sangat mendalam dan mengecam peristiwa tersebut," kata Rini saat ditemui di kantornya, Jumat (11/9/2026).

Adapun, penyerangan terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Jayawijaya, pada Rabu (9/9/2026) sore. Rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya diadang oleh kelompok bersenjata saat perjalanan pulang menuju Wamena usai meninjau program cetak sawah dan penyaluran bantuan.

Tiga ASN tewas akibat luka tembak dalam peristiwa itu, yakni Wili Mbuik (26), Aprida Rapi (49), dan Alfonsius Albinus Meha (35), sementara sejumlah korban selamat lainnya berhasil meloloskan diri ke puskesmas terdekat.

Terkait perkembangan pengusutan pelaku, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama jajaran Polres Jayawijaya telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyita tiga butir selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter. 

 

Dari hasil pemeriksaan saksi korban selamat, aparat kepolisian telah mengantongi ciri-ciri kelompok pelaku bersenjata yang diduga terafiliasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Nduga dan saat ini tengah mengerahkan pasukan untuk pengejaran.

Sebagai wujud tanggung jawab negara terhadap abdi negara yang tewas dalam tugas kedinasan, Kementerian PANRB langsung mempercepat pencairan santunan jaminan kematian serta pensiun melalui instansi terkait. Akselerasi administrasi ini difokuskan agar keluarga dan ahli waris korban segera mendapatkan kepastian hak tanpa terbebani hambatan birokrasi.

"Kami sudah koordinasi dengan Taspen dan BKN untuk tentunya segera semua hak-hak kepegawaian untuk bisa segera diselesaikan. Dan hari ini saya sudah mendapatkan informasi sudah diselesaikan," kata Rini.
 

Topik Menarik