Perolehan Kontrak Baru Radiant Utama (RUIS) Turun 2,6 Persen, Ini Penyebabnya

Perolehan Kontrak Baru Radiant Utama (RUIS) Turun 2,6 Persen, Ini Penyebabnya

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 11 September 2026 - 14:34
share

IDXChannel - PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) mencatatkan penurunan perolehan kontrak baru pada semester I-2026. Perseroan memperoleh 35 proyek baru dengan nilai hampir Rp1,3 triliun, turun sekitar 2,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur RUIS Soeharto Nurcahyono mengatakan, penurunan tersebut tidak terlepas dari persaingan industri yang semakin ketat. Kondisi tersebut membuat perseroan lebih selektif dalam memilih proyek, terutama dengan mempertimbangkan tingkat profitabilitas dan risiko kontrak.

"Jumlah proyek bukan menjadi satu-satunya indikator pertumbuhan. Yang lebih penting bagi kami adalah bagaimana mengenai nilai, kualitas, durasi dan profitabilitas dari kontrak yang kami peroleh," ujar Suharto dalam Public Expose Live 2026, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, perseroan tidak semata-mata mengejar jumlah proyek maupun nilai kontrak. Manajemen juga mempertimbangkan apakah proyek yang diikuti dapat memberikan margin yang memadai sekaligus meningkatkan pengalaman dan kapabilitas perseroan.

"Di beberapa aspek memang sebelum kami mengikuti tender-tender, kami melihat dari sisi nilai dan profitabilitasnya saja, tapi kami juga melihat bagaimana suatu tender atau suatu proyek itu dapat membuat kami lebih mempunyai experience," kata dia.

Tekanan persaingan tersebut juga berdampak terhadap margin perseroan. Dalam paparan kinerja semester I-2026, RUIS mencatat profitabilitas proyek turun 12,6 persen. Manajemen menyebut semakin ketatnya kompetisi membuat perseroan harus lebih selektif dalam menentukan margin ketika mengikuti tender.

Di sisi lain, komposisi proyek juga menjadi faktor yang menekan profitabilitas. Kontribusi segmen Operations, Maintenance and Energy Services (OMES) terhadap pendapatan meningkat dari 64 persen menjadi 71 persen.

Segmen tersebut memiliki rata-rata margin yang lebih rendah dibandingkan bisnis Asset Integrity Services (AIS).

Meski perolehan kontrak baru menurun, RUIS masih memiliki kontrak aktif dalam jumlah besar. Hingga semester I 2026, perseroan mengantongi sekitar 321 kontrak dengan nilai sekitar Rp5 triliun. Sekitar 62 persen dari portofolio tersebut masih berasal dari sektor minyak dan gas.

Suharto menegaskan portofolio kontrak tersebut memberikan visibilitas terhadap kinerja perseroan ke depan, terutama karena sebagian kontrak bersifat multiyears.

"Kami juga memiliki active contract yang sebenarnya kami utarakan sebesar Rp5 triliun, yang terdiri dari lebih dari 300 kontrak aktif, bersifat multi-year, dua hingga tiga tahun. Ini memberikan visibility terhadap aktivitas usaha ke depan," katanya.

Ke depan, perseroan akan tetap menjaga pipeline proyek baru, tetapi dengan pendekatan yang lebih selektif. RUIS akan mengutamakan proyek yang memberikan margin lebih baik dengan risiko yang dapat dikelola.

"Di depan kami tidak semata-mata mengejar volume, tapi juga berusaha membangun portofolio yang semakin sehat, existing contract yang memberikan recurring revenue, dan proyek baru yang memiliki margin serta profil risiko yang lebih termitigasi," ujar Soeharto.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik