Masyarakat Adat dan Generasi Muda Jadi Kekuatan Baru Bangun Papua
MERAUKE – Masyarakat adat di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, diminta untuk menjaga, menghormati, dan menjalankan nilai-nilai adat Malind Maklew sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bersama yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.
Pasalnya, adat tidak hanya sekadar pengetahuan yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nilai-nilai tersebut, harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar keberadaannya tetap hidup dan tidak tergerus oleh perubahan zaman dan untuk membangun Papua.
‘’Sejarah kampung, asal-usul masyarakat hingga hubungan kekerabatan antargenerasi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Wanam,’’ ujar Kepala Kampung Wanam, Kosmas Sirilius Dawi, dalam kegiatan FGD, bertajuk Sejarah Kampung dan Penelusuran Pohon Silsilah Marga Sub-Suku Malind Maklew Wanam, di Merauke, Rabu (9/9/2026).
Menurut Kosmas, pengetahuan tersebut tidak boleh berhenti pada cerita lisan para tetua adat. Sejarah dan silsilah perlu didokumentasikan secara hati-hati agar dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi muda.
"Sejarah Kampung Wanam, asal-usul masyarakat, serta hubungan silsilah antargenerasi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu dijaga dan didokumentasikan," kata Kosmas.
Kosmas menegaskan, penguatan adat harus berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan kampung.
"Dengan begitu, adat tidak hanya menjadi simbol, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat", katanya.
Menurutnya, dokumentasi sejarah tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi muda Wanam. Mereka diharapkan memahami asal-usul, hubungan kekerabatan serta nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
"Generasi muda perlu mengetahui dari mana mereka berasal, memahami hubungan kekerabatan dan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur," ujarnya.
Namun dia mengingatkan proses penelusuran silsilah tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. "Setiap informasi harus dibahas dan diverifikasi bersama tokoh marga, kepala keluarga serta lembaga adat,’’pungkasnya.
Bantai AC Milan 3-0 di Jakarta, Pelatih Chelsea Xabi Alonso Terpukau Gemuruh Atmosfer SUGBK
Ketua Dewan Adat Wanam, Yohanis Agabe Mahuze, menambahkan, masyarakat harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat Malind Maklew.
Menurutnya, adat merupakan kekayaan bersama masyarakat Wanam. Karena itu, adat harus dijaga, dihormati, dijalankan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
"Adat merupakan kekayaan bersama yang tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dijaga, dihormati, dijalankan dan diteruskan kepada generasi berikutnya," tegas Yohanis.
Dikatakan Yohanis, pemahaman terhadap sejarah, asal-usul marga dan hubungan kekerabatan sangat penting untuk menjaga identitas sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat adat Wanam.
Dia juga meminta proses penyusunan silsilah dilakukan berdasarkan masing-masing marga. Hal itu karena setiap marga memiliki garis keturunan, sejarah dan pengetahuan internal yang berbeda.
"Penelusuran sejarah dan silsilah harus dilakukan dengan baik melalui pengetahuan masing-masing marga dan mekanisme musyawarah adat. Jangan sampai proses pendataan justru menimbulkan persoalan baru," katanya.
"Yang paling penting, sejarah dan adat tetap hidup di tengah masyarakat. Generasi muda harus tahu asal-usulnya dan memahami nilai-nilai yang diwariskan leluhur," tandasnya.










