PSSI: VAR Pangkas Keputusan Salah Wasit hingga 8 Persen!
PSSI menyebut penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di kompetisi sepakbola Indonesia berdampak signifikan terhadap akurasi keputusan wasit. Penggunaan teknologi tersebut dinilai mampu menekan jumlah keputusan yang salah dalam pertandingan.
Kepala Departemen Wasit PSSI, Pratap Singh, mengatakan kinerja wasit di lapangan kini mendapat dukungan teknologi VAR. Kondisi itu membuat keputusan keliru dalam pertandingan dapat ditekan secara signifikan.
"Karena kinerja wasit di lapangan itu sudah terbantu penerapan VAR, maka keputusan yang salah berkurang signifikan hingga hanya 8 persen," kata Pratap dalam acara 'Refereeing Workshop for Media' di Senayan, Jakarta.
1. Pengaruhi Hasil Akhir Pertandingan
Pratap menjelaskan, pada kompetisi kasta tertinggi Super League musim 2025-2026 terdapat 306 pertandingan yang dimainkan. Dari seluruh laga tersebut, tercatat 346 insiden kunci atau keputusan besar yang berpotensi memengaruhi hasil akhir pertandingan.
Dari 346 insiden tersebut, sebanyak 314 keputusan berhasil diidentifikasi secara tepat oleh wasit. Keputusan tersebut diperoleh melalui keputusan langsung wasit di lapangan maupun intervensi VAR, termasuk rekomendasi untuk melakukan peninjauan ulang terhadap sebuah insiden.
Sementara itu, pada kompetisi kasta kedua atau Championship musim 2025-2026, terdapat 273 pertandingan dengan 331 insiden kunci. Sebanyak 305 keputusan dari insiden tersebut dinyatakan benar, sedangkan 26 keputusan lainnya dinilai tidak tepat.
Menurut Pratap, data tersebut memperlihatkan kontribusi VAR terhadap peningkatan akurasi keputusan perangkat pertandingan. Teknologi tersebut menjadi salah satu instrumen yang membantu wasit ketika menghadapi insiden penting selama pertandingan.
"Jadi ini sekali lagi merupakan angka yang cukup besar, di mana keputusan yang benar berada di sekitar 92 persen," ungkap Pratap.
Meski persentase keputusan benar mencapai 92 persen, Departemen Wasit PSSI tetap memberikan perhatian terhadap delapan persen keputusan yang dinilai salah. Pratap menegaskan angka tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan wasit pada musim kompetisi berikutnya.
Ia mengatakan setiap keputusan keliru dalam pertandingan tetap berpotensi memberikan dampak terhadap jalannya laga. Terlebih, keputusan tersebut dapat terjadi dalam situasi yang berpengaruh terhadap hasil akhir pertandingan.
2. Terus Lakukan Evaluasi
Karena itu, Departemen Wasit PSSI akan melakukan evaluasi terhadap berbagai insiden yang terjadi selama kompetisi. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kesalahan sekaligus menentukan langkah perbaikan bagi perangkat pertandingan.
Pratap menambahkan penggunaan VAR juga membuat standar terhadap kinerja wasit semakin tinggi. Menurutnya, ketika teknologi tersebut sudah diterapkan, target idealnya adalah seluruh keputusan penting dapat diambil secara tepat.
"Perhatian besar kami adalah pada angka-angka merah atau keputusan yang salah," tukasnya.










