Aduannya Ditolak DKPP, Bonatua Fokus Tempuh Jalur KIP Terkait Arsip Ijazah Jokowi
JAKARTA - Setelah aduannya ditolak Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Bonatua Silalahi menegaskan perjuangan hukumnya belum berakhir. Bonatua kini mengalihkan fokus pada sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) terkait hilangnya sejumlah arsip penting yang diduga berkaitan dengan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Bonatua mengungkapkan dirinya telah mendaftarkan permohonan sengketa informasi ke KIP. Jalur ini ditempuh guna menelusuri keberadaan dokumen atau arsip yang hingga kini dianggap tidak jelas keberadaannya.
"Ini bukan jalan satu-satunya. Saya sudah daftarkan ke KIP tentang arsip yang hilang. Saya sudah daftarkan sengketa informasi di KIP," kata Bonatua usai menghadiri sidang putusan DKPP di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Ia juga menyampaikan keluhannya terkait proses administrasi di KIP yang dinilainya lamban. Ia mempertanyakan transparansi penjadwalan sidang karena menurutnya ada pemohon lain dengan nomor registrasi di bawahnya yang justru sudah mendapatkan jadwal sidang lebih awal.
"Tolong KIP jangan dilama-lamakan karena saya lihat orang yang nomornya justru di bawah saya jauh sudah duluan disidangkan. Saya belum. Ini terkait ini, arsip ini," ujarnya.
Menurut Bonatua, arsip yang ia sengketakan bersifat krusial. Dokumen tersebut diyakini menyimpan jejak awal yang dapat menjawab kecurigaan publik mengenai keabsahan gelar akademik Jokowi.
"Ini arsip penting karena apa? Di sinilah jejak-jejak awal yang orang mencurigai Insinyur-kah atau Doktor-kah? Tapi ini yang hilang dan semua diam," pungkasnya.










