Pernah Keguguran, Bolehkah Tetap Olahraga saat Hamil? Ini Kata Dokter
MEMILIKI riwayat keguguran seringkali menyisakan rasa trauma dan kekhawatiran tersendiri bagi calon ibu yang sedang menjalani kehamilan berikutnya. Rasa cemas akan keselamatan janin tak jarang membuat ibu hamil bingung menentukan seberapa jauh mereka boleh beraktivitas fisik.
Bukan hanya aktivitas fisik, olahraga pun kerap dikhawatirkan untuk dijalani ibu hamil yang pernah keguguran. Lantas, apakah olahraga boleh tetap dilakukan atau sebaiknya dihindari sama sekali?
1. Bolehkah Tetap Olahraga saat Hamil Setelah Pernah Keguguran?
Menjawab keresahan tersebut, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Fajar Alam dalam unggahan video di akun Instagramnya membagikan panduan penting terkait penyesuaian gaya hidup bagi ibu hamil yang memiliki riwayat keguguran. Menurutnya, ibu yang memiliki riwayat keguguran sebelumnya memang membutuhkan kewaspadaan ekstra saat kehamilan berikutnya.
"'Riwayat keguguran, terus olahraga apa yang tepat buat saya?' Jadi kalau ada ibu yang riwayat keguguran sebelumnya, ini menjadi wacana di hamil yang sekarang itu lebih hati-hati. Karena riwayat keguguran sebelumnya itu akan meningkatkan risiko keguguran di hamil berikutnya. Nah, itu suatu fakta data,” ujar dr. Fajar.
Bagi ibu hamil pada umumnya, berjalan kaki 20 hingga 30 menit sehari merupakan salah satu latihan fisik yang sering direkomendasikan. Namun, aturan ini berbeda bagi mereka yang memiliki riwayat keguguran. Ia menyarankan agar intensitas aktivitas fisik diturunkan dan jenis olahraganya disesuaikan secara spesifik.
“Jadi, langkah pertama, aktivitas fisik di hamil yang sekarang, jika ada riwayat keguguran, berarti harus lebih rendah. Olahraganya pun dipilih olahraga yang bukan jalan 20 menit atau 30 menit sehari, tapi olahraganya lebih ke arah senam hamil,” jelas dia.
Senam hamil menjadi pilihan yang lebih ramah karena dirancang khusus untuk melatih kelenturan tubuh, mengontrol pernapasan, serta menguatkan otot panggul tanpa memberikan beban atau benturan berlebih pada area perut.
2. Mengelola Energi
Tak hanya soal olahraga, dr. Fajar juga menyoroti pentingnya mengelola energi dalam kegiatan sehari-hari. Banyak wanita karier yang tetap harus bekerja di kantor sekaligus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga saat sedang hamil. Pola aktivitas yang melelahkan ini sangat tidak disarankan atau jika bisa dikurangi bagi ibu hamil karena berisiko tinggi.
“Terus juga pastikan rutinitas lainnya seperti bekerja di kantor, itu juga buang kalori, itu aktivitas yang menguras tenaga juga itu juga dikurangi atau sebisa mungkin di tempat kerja itu jangan terlalu capek,” ungkap dr. Fajar.
dr. Fajar mengingatkan bahwa bekerja di kantor sudah menyedot banyak energi dan kalori. Dengan begitu, tubuh perlu diistirahatkan, bukan malah dibebani kembali dengan urusan lainnya.
“Nah, kemudian aktivitas rumah tangga, itu jangan didobel dengan pekerjaan kantor. Jadi, itu sama aja kerja dobel. Nah, itu terlalu capek. Sebaiknya pilih salah satu aja,” tambah dia.
Terakhir, dr. Fajar mengimbau para calon ibu untuk selalu peka terhadap perubahan serta tanda bahaya pada tubuh selama masa kehamilan. Kunci utama keselamatan janin adalah tidak menunda pertolongan medis ketika menemukan gejala abnormal.
“Kemudian kalau sudah mulai muncul kenceng-kenceng 15 menit sekali atau keputihan atau ketubannya rembes, celana dalamnya basah sendiri kayak ngompol, langsung ke dokter cari pertolongan untuk konsultasikan,” pungkas dr. Fajar.










