Asap Karhutla Ganggu Malaysia-Singapura, BNPB Minta Jangan Saling Menyalahkan
JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Malaysia dan Singapura tidak saling menyalahkan terkait dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. Penanganan asap lintas batas dinilai perlu mengutamakan data dan langkah konkret.
Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB Berton Pandjaitan mengatakan Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Karena itu, upaya penanganannya perlu dilakukan secara bersama sesuai kondisi di masing-masing wilayah.
“Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas,” kata Berton kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).
Berton mengatakan pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap potensi dampak asap lintas batas. Pemerintah juga telah mengerahkan sumber daya besar untuk mengendalikan Karhutla.
“Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla,” ujarnya.
Upaya penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, patroli dan pemadaman udara, water bombing, operasi modifikasi cuaca, serta penguatan personel TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Pemerintah juga melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Dalam penanganan Karhutla di enam provinsi prioritas, sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan. Rinciannya, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat lainnya ditempatkan di Sumatra.
Kekuatan TNI Angkatan Udara juga ditambah untuk memperkuat operasi penanganan Karhutla di Kalimantan.
Menurut Berton, pemerintah memprioritaskan pengendalian api sedekat mungkin dari sumber kebakaran. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan produksi asap sekaligus mengurangi potensi dampaknya ke negara lain.
“Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan,” ucapnya.










