Tren Kecantikan Berubah, Perawatan Kulit Kini Makin Personal
JAKARTA - Tren kecantikan kini tidak hanya berbicara tentang kulit yang terlihat glowing. Konsumen semakin memperhatikan kondisi kulit secara menyeluruh sebelum menentukan jenis perawatan yang ingin dilakukan, mulai dari kandungan, teknologi, manfaat, keamanan, hingga kecocokannya dengan kebutuhan kulit.
Perubahan tersebut mendorong munculnya konsumen yang lebih kritis dan teredukasi atau kerap disebut skintellectual. Mereka tidak lagi sekadar mengikuti perawatan yang sedang populer, tetapi mulai mencari informasi mengenai alasan suatu treatment digunakan dan apakah sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.
Salah satu perawatan yang masih menjadi perhatian adalah skin booster. Treatment injeksi ini banyak dikaitkan dengan upaya meningkatkan kualitas kulit, termasuk hidrasi dan tampilan tekstur. Di sisi lain, perkembangan teknologi estetika juga semakin mengarah pada pendekatan yang minim tindakan invasif dengan hasil yang tetap terlihat natural.
Kalung Berlian Ines Garcia Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Punya Makna Manis untuk Lamine Yamal!
Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia juga melihat adanya kecenderungan industri estetika menuju perawatan yang berfokus pada kualitas kulit, pemanfaatan teknologi, serta pendekatan personal. Skin booster dan collagen stimulator menjadi beberapa jenis perawatan yang berpotensi terus diminati.
Perawatan Kulit Semakin Personal
Banyaknya pilihan perawatan membuat konsumen memiliki lebih banyak pertimbangan sebelum menentukan treatment. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan setiap orang tidak selalu dapat disamakan.
Menurut Renny Hasibuan, GM Marketing Euromedica Group, perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu perkembangan yang terlihat dalam industri kecantikan.
“Konsumen sekarang semakin skintellectual. Mereka datang bukan hanya mencari glowing skin, tetapi sudah mulai memahami ingredients, teknologi, bahkan mencari tahu treatment sebelum datang ke klinik. Semakin knowledgeable konsumennya, semakin personal pula solusi yang harus kita berikan,” ujar Renny, Kamis (20/8/2026).
Ia menilai banyaknya pilihan skin booster di pasaran membuat konsumen perlu memahami terlebih dahulu kebutuhan kulitnya. Perawatan yang sedang populer belum tentu menjadi pilihan yang sesuai bagi setiap orang.
Pendekatan berdasarkan kebutuhan tersebut kemudian menjadi salah satu perkembangan dalam layanan estetika. Salah satunya terlihat dari pengelompokan skin booster berdasarkan tujuan perawatan, seperti hidrasi dan kulit bercahaya, tanda-tanda penuaan, pigmentasi, jerawat, tekstur kulit, hingga kondisi kulit sensitif dan skin barrier.
Tidak Semua Kulit Membutuhkan Treatment yang Sama
Dari sisi medis, kondisi kulit menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan sebelum menentukan perawatan. Usia yang sama tidak selalu berarti memiliki kondisi kulit atau masalah yang serupa.
Dr. Renobulan Sanusi, SKIN+ Doctor & Trainer, mengatakan rekomendasi perawatan sebaiknya diberikan setelah melihat kondisi serta tujuan kulit masing-masing individu.
“Tidak ada satu skin booster yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Dua orang dapat memiliki usia yang sama tetapi kondisi kulit, concern, dan skin goals yang berbeda. Karena itu, kami melihat kondisi kulit terlebih dahulu sebelum menentukan jenis skin booster yang paling sesuai,” jelas dr. Renobulan.
Sebagai contoh, seseorang yang menginginkan kulit lebih terhidrasi memiliki kebutuhan berbeda dengan mereka yang memiliki masalah pigmentasi, jerawat, tekstur, atau tanda-tanda penuaan. Begitu pula dengan kulit sensitif yang membutuhkan perhatian terhadap kondisi skin barrier.
Karena itu, tren personalisasi dalam perawatan kulit tidak hanya berkaitan dengan banyaknya pilihan produk atau teknologi. Penilaian terhadap kondisi kulit dan konsultasi dengan tenaga medis juga menjadi bagian penting sebelum menentukan treatment.
Perkembangan teknologi estetika juga membuat pengetahuan dokter menjadi faktor yang semakin penting. Banyaknya pilihan treatment perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai karakteristik bahan, teknik penggunaan, protokol, serta aspek keamanan.
Dalam praktiknya, klinik dan tenaga medis perlu memiliki standar yang jelas untuk memastikan setiap treatment diberikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi pasien.
Potret Putri Leonor dan Adiknya Bersama Trofi Piala Dunia 2026 Viral, Replikasi Foto Ikonik 2010
“Dalam personalized treatment, bukan hanya produknya yang penting. Pemahaman dokter terhadap kondisi kulit, karakteristik setiap skin booster, teknik, serta protokol treatment juga sangat menentukan. Karena itu, training dan standardisasi dokter menjadi bagian penting,” ujar dr. Renobulan.
Perubahan perilaku konsumen ini menunjukkan bahwa tren kecantikan bergerak dari sekadar mengejar hasil instan menuju pemahaman mengenai kesehatan dan kualitas kulit. Konsumen pun semakin didorong untuk mengenali kebutuhan kulitnya sebelum mengikuti tren perawatan tertentu.










