Gus Yaqut Sebut Dakwaan Korupsi Kuota Haji Tidak Jelas

Gus Yaqut Sebut Dakwaan Korupsi Kuota Haji Tidak Jelas

Nasional | okezone | Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:31
share

JAKARTA - Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menyatakan surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) KPK atas dirinya disusun tidak secara cermat dan lengkap. Hal itu ia sampaikan seusai sidang pembacaan perlawanan terhadap surat dakwaan JPU terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan. 

"Kami tegaskan kembali bahwa dakwaan yang didakwakan pada saya, disampaikan oleh para advokat tadi, tidak cermat, tidak lengkap, dan tidak jelas," kata Gus Yaqut, Selasa (18/8/2026).

Dalam surat dakwaan itu, ia menyoroti JPU yang mencampuradukkan antara kewenangan menteri dan kewenangan teknis. "Kalau di dakwaan kan jelas itu isinya teknis semua tapi yang didakwa menteri. Nah, ini menjadi catatan penting bagi kami," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga membantah dakwaan jaksa yang menyebut adanya upaya memperkaya diri sendiri sebesar USD271.500. Menurutnya, dakwaan tersebut tidak berdasarkan fakta, melainkan asumsi.

"Kemudian yang perlu saya juga sampaikan, bahwa tidak ada penerimaan yang didakwakan kepada saya USD271.500 itu, tidak ada penerimaan itu. Dan kami menilai itu berdasarkan asumsi," ucapnya.

"Juga tidak ada perintah untuk menyiapkan USD1 juta untuk Pansus Angket Haji. Saya tidak pernah perintahkan itu. Dan tentu kami berharap ini semua nanti diperiksa secara terang benderang," sambungnya.

Lebih lanjut, Yaqut mengaku heran dengan perhitungan kerugian yang mencapai lebih dari Rp622 miliar. Ia berharap JPU nantinya akan menjelaskan secara detail perihal perhitungan tersebut.

"Rp622 miliar bukan uang yang sedikit kalau didasarkan pada asumsi, maka itu akan sangat bukan hanya merugikan saya, tapi juga akan merugikan banyak pihak," tuturnya.

Di sisi lain, ia meyakini melalui persidangan ini akan terungkap mana yang benar dan mana yang salah. "Kami meyakini bahwa hukum ini akan berjalan dengan semestinya. Yang benar pasti akan ketahuan benar, yang salah akan ketahuan salah. Kebenaran pasti akan terbuka meskipun mungkin jalannya lambat," pungkasnya.

Topik Menarik