Benarkah Jus Daun Pepaya Bisa Jadi Obat Demam Berdarah?

Benarkah Jus Daun Pepaya Bisa Jadi Obat Demam Berdarah?

Gaya Hidup | okezone | Senin, 17 Agustus 2026 - 11:05
share

JAKARTA - Kasus demam berdarah (DBD) kembali naik hingga Mei 2026. Data Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 39.672 kasus di Indonesia dengan 105 orang meninggal dunia. 

Seiring meningkatnya kasus, ada anggapan bahwa jus daun pepaya kembali banyak digunakan sebagai pengobatan rumahan. Namun, dokter mengingatkan bahwa jus daun pepaya belum terbukti dapat menyembuhkan DBD atau mencegah komplikasinya. 

Melansir Times of India, menurut dr. Joshi Divya Rakesh, konsultan penyakit infeksi dan pengendalian infeksi di KIMS Hospitals, kebiasaan memberikan ekstrak daun pepaya kepada pasien DBD sudah sangat umum di keluarga India. Begitu seseorang demam dan jumlah trombositnya turun, banyak orang langsung menyarankan minum jus daun pepaya.

Masalahnya, keyakinan tersebut lebih kuat daripada bukti ilmiahnya. Jumlah trombosit memang menjadi salah satu hal yang dipantau dokter pada pasien DBD. Namun, kondisi pasien tidak bisa dinilai hanya dari angka trombosit. Kondisi tubuh secara keseluruhan juga harus diperhatikan. 

Apakah Jus Daun Pepaya Benar-benar Bisa Menaikkan Trombosit?

Bukti ilmiahnya masih lemah. Beberapa penelitian menunjukkan adanya sedikit peningkatan jumlah trombosit setelah pasien mengonsumsi ekstrak daun pepaya.

Namun, kualitas penelitian tersebut masih rendah. Dosis yang digunakan juga berbeda-beda antara satu penelitian dan penelitian lainnya.

Yang lebih penting, belum ada bukti bahwa ekstrak daun pepaya dapat mengurangi perdarahan, mencegah kebocoran plasma, atau meningkatkan peluang pasien untuk bertahan hidup.

Jadi, meskipun angka trombosit terlihat naik setelah minum ekstrak daun pepaya, hal itu bukan berarti ekstrak tersebut membuat penyakit DBD menjadi lebih ringan. 

Bahaya Jika Pasien Telat ke Dokter

Ekstrak daun pepaya juga bukan tanpa risiko. Produk herbal seperti ini tidak selalu memiliki standar kandungan yang jelas. Konsentrasi zat aktifnya bisa berbeda-beda antara satu produk atau produsen dengan yang lain, sehingga dosis yang aman sulit dipastikan.

Efek samping yang pernah dilaporkan antara lain mual, rasa tidak nyaman di perut, reaksi alergi, serta pada beberapa kasus gangguan enzim hati, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau dalam waktu lama. 

Tetapi menurut dokter, masalah yang lebih besar bukan semata-mata jusnya. Yang berbahaya adalah ketika orang terlalu percaya pada jus daun pepaya sampai menunda pemeriksaan darah atau pergi ke rumah sakit.

Padahal, keterlambatan tersebut bisa membuat tanda-tanda DBD berat, seperti perdarahan, kebocoran plasma, hingga syok tidak terdeteksi dan ditangani tepat waktu. 

Jumlah Trombosit Bukan Satu-satunya Patokan

DBD bisa memiliki tingkat keparahan yang berbeda pada setiap orang. Jenis virus dengue yang berbeda juga dapat beredar pada waktu yang sama, dan respons tubuh setiap orang terhadap virus bisa berbeda. Karena itu, jumlah trombosit bukan satu-satunya patokan.

Untuk kasus DBD yang tidak mengalami komplikasi, pasien umumnya membutuhkan cukup cairan, istirahat, pengendalian demam, serta pemantauan kondisi secara berkala.

Kalau diperlukan pemeriksaan darah tambahan, pemantauan lebih ketat, atau bahkan rawat inap, keputusan tersebut harus dibuat berdasarkan kondisi pasien secara keseluruhan oleh dokter, bukan hanya berdasarkan satu angka dari hasil.

Hati-hati dengan Pengobatan Sendiri

Dokter juga mengingatkan soal penggunaan obat pereda nyeri secara sembarangan. Ibuprofen dan aspirin dapat meningkatkan risiko perdarahan pada pasien DBD, sehingga umumnya perlu dihindari kecuali dokter memang menyarankannya.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah terlalu fokus pada trombosit. Seseorang tetap bisa mengalami komplikasi serius meskipun jumlah trombositnya masih terlihat baik. 

Jadi, mungkin ada penelitian yang menunjukkan ekstrak daun pepaya dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit pada sebagian pasien, tetapi buktinya belum cukup kuat untuk mengatakan bahwa jus tersebut dapat mengobati DBD atau mencegah kondisi menjadi parah.

Jadi, kalau dicurigai terkena DBD, jangan mengandalkan jus daun pepaya sebagai pengobatan utama dan jangan menunda pemeriksaan ke dokter. Cukupi cairan, istirahat, gunakan obat hanya sesuai anjuran dokter, dan pantau tanda-tanda bahaya. 

Topik Menarik