Paiton Energy Jaga Ketahanan Energi hingga Kembalikan Senyum Anak Jelang HUT ke-81 RI
PROBOLINGGO - PT Paiton Energy (PE) komitmen menjaga ketahanan energi di Indonesia. Saat ini Paiton Energy memiliki dan mengoperasikan PLTU Paiton Unit 3, Unit 7, dan Unit 8 dengan total kapasitas 2.045 megawatt (MW).
Angka ini menyumbang sekitar 6 kebutuhan listrik Jawa-Madura-Bali (Jamali). Total kapasitas tersebut berperan penting mendukung ketahanan energi Indonesia terutama untuk sistem Jamali. Saat ini dukungan Paiton Energy menjaga ketahanan energi diwujudkan juga dengan melakukan transisi energi.
Ketahanan Energi
Di kawasan pembangkit, Paiton Energy melakukan modifikasi atau retrofit pada pembangkitnya agar bisa memakai batu bara kalori rendah (kisaran 4.100–4.300 kcal/kg).
Langkah ini diambil karena pasokan batu bara kalori menengah di atas 4.500 kcal/kg semakin menipis guna mencegah penurunan pasokan listrik.
Paiton Energy juga merencanakan transisi berfokus pada pemanfaatan gas alam sebagai energi alternatif yang lebih bersih dengan emisi CO₂ hingga 50 lebih rendah dibanding batu bara.
Pihaknya akan mengoptimalkan operasi pembangkit dan meningkatkan efisiensi peralatan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan emisi karbon.
Selain itu, Paiton Enegy melakukan pemasangan PLTS Rooftop 1.013 kW (+/-1 MW) di area operasional dan perumahan karyawan (Permanent Operator Housing/POH) serta peningkatan efisiensi operasional dan sistem manajemen lingkungan bertaraf internasional.
Tak Sebatas Energi
Tak sebatas hanya menyalurkan energi kepada masyarakat, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) telah menjadi bagian integral yang sangat penting dari upaya untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan
Hal ini dilakukan Paiton Energy dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) melalui operasi gratis bibir sumbing di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan bakti sosial yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini merupakan pelaksanaan tahap keempat dari program keberlanjutan "Merdeka Senyum". Sebagai upaya untuk membantu anak-anak penderita kelainan bawaan bibir agar mendapatkan kualitas hidup dan kesehatan untuk memperkuat masa depan Indonesia.
Pada tahun ini sebanyak 14 anak penerima manfaat mendapatkan penanganan medis secara gratis. Sejak diluncurkan pada Agustus 2024, program kolaboratif ini secara akumulatif telah berhasil mengembalikan senyum sehat bagi 63 anak di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.
President Director Paiton Energy Fazil Erwin Alfitri mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan dalam pilar CSR Paiton bErsiNERGY untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu pilar 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
“Operasi bibir sumbing gratis ini tidak hanya mengembalikan senyum fisik anak-anak kita, tetapi juga membuka jalan bagi mereka untuk tumbuh percaya diri dan menyongsong masa depan yang lebih cerah," kata Fazil di Rumah Sakit Rizani.
Fazil menambahkan, bagi Paiton Energy memperingati kemerdekaan berarti memberikan kontribusi nyata yang memerdekakan masyarakat dari keterbatasan fisik dan sosial.
"Sekaligus menjadi modal penting pembangunan daerah dan nasional,” katanya.
Bupati Probolinggo Muhammad Haris, menyampaikan apresiasi atas konsistensi sinergi multipihak yang secara terus-menerus memberikan perhatian pada kesehatan anak-anak di Kabupaten Probolinggo.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi keberlanjutan program Merdeka Senyum ini yang kini telah memasuki tahap ke-4," katanya.
Sementara, Direktur Rumah Sakit Rizani Mirrah Samiyah menekankan pentingnya pemerataan akses terhadap fasilitas kesehatan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Memastikan bahwa seluruh masyarakat, terutama keluarga kurang mampu, mendapatkan akses penanganan medis spesialis yang berkualitas. Dampak dari kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit mencakup aspek fungsi bicara hingga psikososial anak dan keluarga. Melalui kerja sama ini, RS Rizani siap memberikan fasilitas serta perawatan terbaik demi memulihkan kualitas hidup para pasien," ungkap Mirrah.
Sementara itu, Ketua Tim Medis Surabaya CLP Center, Lobredia Zarasade menjelaskan keberlanjutan proses medis dan pendampingan yang diberikan kepada seluruh pasien pascaoperasi.
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
"Penanganan celah bibir dan langit-langit memerlukan pendekatan yang komprehensif dan bertahap. Seluruh data pasien yang dioperasi pada bakti sosial ini dicatat secara terintegrasi untuk perawatan lanjutan di tempat kami di Surabaya," katanya.
"Penanganan tidak berhenti pada bedah pertama, namun mencakup terapi wicara, perawatan ortodonti, hingga tindakan lanjutan jika diperlukan, yang seluruhnya disiapkan secara gratis. Jarak yang dekat antara Probolinggo dan Surabaya makin memudahkan pendampingan bertahap ini," sambungnya.
Selama empat tahap pelaksanaan, program operasi gratis bibir sumbing dan celah-celah langit di Probolinggo telah memberikan dampak positif yang signifikan berupa peningkatan kualitas hidup dan rasa percaya diri anak, penurunan beban finansial warga untuk biaya operasi dan perawatan, meningkatkan kesehatan mental keluarga karena orang tua terbebas dari rasa cemas mengenai masa depan sang anak, serta turut mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo.
Program ini juga mencerminkan keberhasilan penerapan sinergi multipihak yang diusung oleh PT Paiton Energy dan PT POMI, di mana kolaborasi terpadu antara pihak swasta, pemerintah daerah, tim medis profesional, yayasan nirlaba, serta media massa mampu menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan (sustainable impact).
Sekadar informasi, kegiatan ini dilakukan oleh Paiton Energy dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) yang berkolaborasi dengan Rumah Sakit Rizani, Yayasan Surabaya CLP Center, dan Smile Train Indonesia.









