Love Scamming: Hati-Hati Love Bombing Berlebihan, Bisa Jadi Tanda Bahaya

Love Scamming: Hati-Hati Love Bombing Berlebihan, Bisa Jadi Tanda Bahaya

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 14:05
share

DALAM modus love scamming, pelaku biasanya tidak langsung meminta uang atau melakukan penipuan. Mereka terlebih dahulu membangun kedekatan emosional dengan korban.

Salah satu cara yang kerap digunakan adalah love bombing. Lewat love bombing, seseorang akan memberikan perhatian, pujian, ungkapan cinta, atau janji-janji manis secara berlebihan dalam waktu singkat. Lantas, kapan love bombing perlu mulai dicurigai sebagai tanda hubungan yang tidak sehat?

1. Love Bombing Berlebihan

Menurut Hersa Aranti, Psikolog Klinis Dewasa, dalam acara Morning Zone di Youtube Okeozne salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah seberapa cepat perhatian dan ungkapan perasaan tersebut muncul. Menurutnya, hubungan yang sehat umumnya membutuhkan waktu untuk berkembang.

Seseorang perlu mengenal karakter, kebiasaan, cara berpikir, hingga kecocokan satu sama lain sebelum muncul perasaan yang semakin dalam. Karena itu, jika seseorang yang baru dikenal tiba-tiba memberikan perhatian yang sangat intens, mengungkapkan perasaan yang mendalam, atau bahkan memberikan janji-janji besar, kondisi tersebut patut diwaspadai.

“Pertama, love bombing diberikan dalam waktu yang sangat cepat. Karena biasanya kita membangun perasaan atau bisa dibilang jatuh cinta itu melalui proses,” ujar Hersa.

“Belum kenal, belum tahu apakah satu frekuensi atau tidak, bisa ngobrol dan nyambung atau tidak, tetapi sudah banyak diberikan love bombing seperti itu. Jadi dilihat dari cepatnya,” lanjutnya.

 

2. Perhatikan Intensitas dan Kedalaman Perhatian

Selain kecepatan, intensitas juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Love bombing tidak selalu ditandai dengan jumlah pesan yang banyak.

Bentuknya bisa berupa ucapan-ucapan yang sangat manis, perhatian yang diberikan terus-menerus atau ungkapan perasaan yang terlalu dalam untuk sebuah hubungan yang masih sangat baru. Menurut Hersa, perhatian dan ungkapan perasaan tersebut menjadi tanda bahaya ketika tidak diikuti dengan proses hubungan yang wajar.

“Ada yang intens karena sering diberikan ucapan-ucapan yang manis, tetapi ada juga yang janji-janjinya sangat dalam, perasaan yang disampaikan sangat dalam,” kata Hersa.

Jika seseorang belum benar-benar mengenal kita tetapi sudah berbicara mengenai masa depan, memberikan janji besar, atau mengungkapkan perasaan yang sangat dalam, penting untuk mempertanyakan dasar dari semua perkataan tersebut.

“Kalau tanpa diikuti dengan proses yang sebenarnya proper, berarti itu sangat perlu diwaspadai. Kata-kata ini sebenarnya berdasarkan apa?” tutup Hersa.

Topik Menarik