Bukan Cuma Bikin Gemuk, Sering Minum Soda Sejak Kecil Bisa Tingkatkan Risiko Hipertensi
KEBIASAAN minum soda dan minuman manis sejak kecil ternyata dapat berdampak hingga usia dewasa. Bahkan, dampaknya bukan cuma bikin anak gemuk.
Sebuah studi terbaru menemukan adanya kaitan antara konsumsi minuman berpemanis saat masa kanak-kanak dengan meningkatnya risiko mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi. Mungkin dampak ini tak langsung terlihat, anak bisa merasakannya di kemudian hari.
1. Bahaya Sering Minum Soda Sejak Kecil
Dikutip dari Verywell Health, studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation pada 2026 tersebut melibatkan lebih dari 25 ribu orang yang berusia 9 hingga 16 tahun. Para peneliti kemudian mengikuti pola makan, kondisi kesehatan, dan gaya hidup mereka selama hingga 25 tahun.
Hasilnya, peserta yang sejak kecil mengonsumsi setidaknya dua porsi minuman berpemanis dalam sehari memiliki risiko 52 persen lebih tinggi mengalami hipertensi saat dewasa dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari tiga porsi minuman berpemanis per minggu.
Minuman yang dimaksud bukan hanya soda. Ada juga berbagai minuman yang mengandung gula tambahan seperti minuman olahraga. Jus buah juga menjadi perhatian dalam penelitian tersebut.
Peserta yang mengonsumsi sekitar 1,5 porsi jus buah setiap hari memiliki risiko hipertensi 35 persen lebih tinggi saat dewasa dibandingkan mereka yang mengonsumsi satu porsi atau kurang per minggu. Meski demikian, hubungan antara minuman berpemanis dan tekanan darah terlihat lebih kuat dibandingkan konsumsi jus buah.
2. Gula Darah Juga Mengintai
Minuman berpemanis dan jus buah mengandung gula yang dapat diserap tubuh dengan cepat. Faktor inilah yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan insulin dalam waktu singkat.
Fruktosa, salah satu jenis gula yang terdapat dalam minuman tersebut, juga dapat menurunkan kadar nitric oxide dalam darah. Padahal, senyawa ini membantu menjaga pembuluh darah tetap lentur sehingga aliran darah dapat berlangsung dengan baik.
Ketika kadar nitric oxide menurun, pembuluh darah dapat menjadi lebih kaku. Kondisi tersebut kemudian dapat mengganggu aliran darah dan berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Selain itu, minuman manis juga mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan obesitas, yang juga merupakan salah satu faktor risiko tekanan darah tinggi.
3. Bukan Berarti Pasti Akan Alami Hipertensi
Kabar baiknya, kebiasaan minum minuman manis sejak kecil bukan berarti seseorang pasti akan mengalami hipertensi saat dewasa. Pola makan masih dapat diperbaiki untuk membantu menurunkan risiko tersebut.
Salah satu caranya dengan mengganti satu porsi atau sekitar 8 ons minuman berpemanis setiap hari dengan pilihan lain. Misalnya dengan susu yang disebut dapat menurunkan risiko sebesar 13 persen, air putih 9 persen, dan buah utuh 22 persen.
Para ahli juga menuarankan agar konsumsi minuman berpemanis dibatasi dan jus buah 100 persen tetap dikonsumsi dalam jumlah kecil. Selain itu, pola hidup sehat ini juga harus diimbangi dengan menjaga berat badan, rutin berolahraga, memperbanyak air putih dan buah utuh, serta menerapkan pola makan sehat.










