Gerakan Bersih 50 Ribu Masjid, Menag: Perkuat Kualitas Spiritual Masyarakat

Gerakan Bersih 50 Ribu Masjid, Menag: Perkuat Kualitas Spiritual Masyarakat

Nasional | okezone | Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:18
share

JAKARTA -  Menteri Agama Nasaruddin Umar, menyebut masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang sakral yang menjadi titik perjumpaan manusia dengan Tuhan.  Karena itu, merawat kebersihan masjid sejatinya merupakan upaya menjaga kehormatan rumah ibadah sekaligus memperkuat kualitas spiritual masyarakat.

"Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Bagaimana orang bisa berkonsentrasi dalam ibadah kalau tempatnya kotor, pengap, atau tidak nyaman," ujar Nasaruddin saat Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) 2026 di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta, dikutip Selasa (11/8/2026).

Nasaruddin menjelaskan, konsep kebersihan dalam ajaran agama tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga mencakup kebersihan batin. Namun, kebersihan fisik tetap menjadi prasyarat penting untuk menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk.

Oleh karena itu dia mengajak masyarakat menjadikan kegiatan membersihkan masjid sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh anggota keluarga.

Menurutnya, budaya gotong royong membersihkan rumah ibadah perlu dihidupkan kembali agar masjid tidak hanya ramai saat shalat, tetapi juga menjadi ruang yang dirawat bersama oleh jamaah.

"Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bersihkan karpetnya, toiletnya, lingkungannya, perbaiki yang rusak. Jangan hanya masjidnya yang dibersihkan, tetapi juga selokan dan area di sekitarnya," pesannya.

Menurutnya, paradigma lama yang menempatkan umat sebagai pihak yang selalu memberdayakan masjid perlu diubah.

"Kita ingin rumah ibadah bukan hanya tempat beribadah. Rumah ibadah harus menjadi pusat penguatan ekonomi umat, budaya umat, dan peradaban umat. Kalau selama ini umat yang memberdayakan masjid, ke depan masjid yang memberdayakan umat," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, Gebermas merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Muharram sekaligus implementasi dua program prioritas Menteri Agama, yakni penguatan ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.

"Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Indonesia yang bersih, sehat, resik, dan indah. Karena itu, hari ini diikuti lebih dari 50 ribu masjid dan mushola di seluruh Indonesia," ujarnya.

 

Ia menegaskan Gebermas tidak boleh berhenti pada launching semata. Menurutnya, gerakan tersebut harus menjadi budaya baru yang terus dijalankan oleh pengurus masjid, masyarakat, dan terutama para penyuluh agama.

Abu Rokhmad menyebut sejumlah area yang selama ini kerap luput dari perhatian menjadi fokus utama gerakan, seperti toilet, kamar mandi, tempat wudhu, saluran air, hingga lingkungan sekitar rumah ibadah.

Melalui pelibatan lebih dari 50 ribu masjid dan mushola, Kementerian Agama berharap Gebermas menjadi salah satu gerakan sosial-keagamaan terbesar tahun ini.

Dari tempat wudhu hingga saluran air, dari halaman masjid hingga lingkungan sekitar, rumah ibadah didorong menjadi simpul baru gerakan ekologi yang tumbuh dari akar masyarakat.

"Masjid yang bersih akan membuat ibadah lebih nyaman. Karena itu kami berharap para penyuluh agama memberikan perhatian lebih terhadap rumah-rumah ibadah di wilayahnya masing-masing," pungkasnya.

Topik Menarik