Rambut Sering Patah? Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Merawatnya

Rambut Sering Patah? Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Merawatnya

Gaya Hidup | okezone | Senin, 27 Juli 2026 - 20:00
share

JAKARTA - Masalah rambut patah sering dialami perempuan. Padahal setiap perempuan ingin punya rambut indah dan tak mudah patah. 

Sebenarnya apa sih penyebab rambut patah? Lalu, bagaimana cara perawatannya? Rambut bisa patah ketika lapisan pelindung di bagian luarnya (kutikula) rusak dan terkelupas.

Melansir Healthline, berikut adalah sebab rambut patah dan cara mengatasinya:

Kebiasaan dan Perawatan Rambut

1. Kekeringan: Cuaca kering atau mencuci rambut dengan air yang terlalu panas bisa menghilangkan kelembaban rambut. Kamu bisa gunakan air hangat (bukan panas) saat keramas, dan jangan pernah lewatkan penggunaan kondisioner atau masker rambut.

2. Alat Penata Rambut yang Panas: Terlalu sering memakai catokan atau hair dryer bisa langsung merusak kutikula. Jadi, istirahatkan rambut dari alat bersuhu panas setidaknya seminggu sekali, dan selalu gunakan semprotan pelindung panas (heat protectant) sebelum styling.

3. Terlalu Sering Terkena Bahan Kimia (Over-processing): Mewarnai rambut, smoothing, atau perming memang membuat rambut terlihat bagus di awal, tapi kalau keseringan akan membuat batang rambut hancur. Untuk mengatasinya, beri jeda 8–10 minggu untuk setiap sesi bahan kimia.

4. Terlalu Sering Keramas: Kalau rambutmu tipe yang sangat kering, keramas setiap hari justru akan mengikis minyak alaminya. Nah, solusinya sesuaikan jadwal keramas; rambut kering mungkin hanya butuh dicuci seminggu sekali.

5. Menggosok dengan Handuk: Jangan menggosok rambut basah dengan handuk! Rambut berada di kondisi paling rapuh dan rentan patah saat sedang basah. So, cukup tepuk-tepuk lembut atau bungkus rambut dengan handuk untuk menyerap airnya.

6. Ikat Rambut yang Terlalu Ketat: Kuncir kuda yang terlalu kencang bisa menarik rambut hingga patah. Kamu hanya perlu longgarkan ikatan rambut sesekali, dan pastikan kamu memakai ikat rambut berbahan kain yang lembut, bukan karet gelang biasa.

7. Cara Menyisir yang Salah: Mitos kalau menyisir rambut 100 kali sehari itu bikin rambut sehat, yang ada malah makin patah. Kamu bisa gunakan sisir bergigi jarang (wide-tooth comb), dan sebaiknya sisir saat rambut sudah dalam keadaan kering.

8. Jarang Potong Ujung Rambut (Trimming): Ujung rambut yang bercabang (split ends) bisa menjalar terus ke atas dan membuat batang rambut patah di tengah. Untuk itu, rajinlah merapikan ujung rambut untuk membuang sel yang sudah mati.

Faktor Kesehatan dan Kondisi Internal

1. Pola Makan yang Kurang Nutrisi: Rambut sangat membutuhkan nutrisi seperti zinc, zat besi, asam folat, dan berbagai vitamin untuk bisa tumbuh kuat. Memperbaiki asupan makanan berserat dan bergizi seimbang bisa sangat membantu.

2. Stres Berat: Stres terbukti bisa membuat folikel rambut "beristirahat" secara paksa, sehingga rambut yang sedang dalam masa pertumbuhan jadi rontok dan mudah patah.

3. Hipotiroidisme (Tiroid Kurang Aktif): Kelenjar tiroid yang kurang aktif memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk menghentikan pertumbuhan rambut. Kalau rambutmu patah disertai rasa lelah berlebih dan berat badan naik tiba-tiba, ada baiknya cek ke dokter.

4. Gangguan Makan: Kondisi seperti anoreksia atau bulimia membuat tubuh kekurangan gizi yang parah. Akibatnya, tubuh tidak punya cukup nutrisi untuk mempertahankan kesehatan rambut.

Untuk mencegah kerusakan lebih parah, cobalah membiarkan rambut kering secara alami (diangin-anginkan) sesering mungkin dan hindari memakai topi yang terlalu sempit. Kalau kamu sudah memperbaiki rutinitas perawatan rambut tapi masih saja sering patah, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan lain di baliknya.

Topik Menarik