Di Balik Polemik Surat Lelang, Minola Tegaskan Ruben Hanya Ingin Bertemu Anak
JAKARTA, iNews.id - Polemik mengenai isu surat lelang rumah yang menyeret nama Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan. Di tengah perdebatan tersebut, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan persoalan utama yang ingin diperjuangkan kliennya bukanlah soal aset, melainkan kesempatan untuk berkumpul dengan anak-anaknya.
Pernyataan itu disampaikan Minola usai membantah klaim kubu Sarwendah yang menyebut telah menerima surat lelang rumah dari pihak bank. Menurut dia, hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi terkait proses lelang rumah yang dijadikan jaminan kredit tersebut.
Minola mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi langsung kepada bank mengenai status kredit rumah tersebut. Berdasarkan penjelasan yang diterima, prosesnya masih berada dalam tahap penyelesaian dan belum memasuki proses lelang.
"Kami sudah konfirmasi ke pihak bank, dan bank menjawabnya adalah masih dalam proses prosedur penyelesaian," ujarnya.
Dia juga mempertanyakan klaim mengenai adanya surat lelang yang disebut telah diterima kubu Sarwendah. Menurut Minola, mekanisme penanganan kredit bermasalah memiliki prosedur yang jelas sehingga pemberitahuan resmi harus diberikan kepada pihak yang namanya tercantum sebagai pemilik aset.
"Tunjukkan! Tunjukkan surat lelangnya. Tunjukkan pemberitahuan lelangnya. Kan ada mekanisme bank," katanya.
Minola menjelaskan rumah yang dijadikan jaminan kredit masih terdaftar atas nama Ruben Onsu. Karena itu, dia menilai tidak mungkin proses lelang dilakukan tanpa adanya pemberitahuan kepada Ruben sebagai pemilik aset.
"Janganlah bikin kita seperti orang bodoh yang nggak mengerti bagaimana mekanisme bank, bagaimana penanganan kredit macet. Semuanya kan ada aturannya," ucapnya.
Di balik polemik tersebut, Minola meminta publik tidak mengalihkan fokus dari persoalan yang menurutnya jauh lebih penting. Dia menegaskan Ruben hanya ingin memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.
Minola juga meminta kubu Sarwendah tidak membangun narasi yang menempatkan diri sebagai korban dan menyalahkan Ruben atas berbagai persoalan yang terjadi.
"Janganlah main drama-drama, mengarang sesuatu hanya untuk kelihatan sebagai korban dan kemudian menyalahkan semuanya ke Ruben. Kita hanya mau anak itu diberi waktu untuk berkumpul bersama ayah kandungnya. Itu saja," ujarnya.










