Mitos atau Fakta: Kulkas Makin Dingin Bikin Makanan Lebih Awet?

Mitos atau Fakta: Kulkas Makin Dingin Bikin Makanan Lebih Awet?

Gaya Hidup | okezone | Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:05
share

KEBIASAAN mengatur kulkas ke suhu paling dingin sering kali dianggap sebagai cara paling ampuh untuk menjaga kesegaran bahan makanan. Namun, apakah hal tersebut sekadar mitos atau benar fakta?

Tanpa disadari, pengaturan suhu yang tidak tepat justru menjadi salah satu pemicu utama membengkaknya tagihan listrik bulanan rumah tangga. Karena itu, penting memahami fakta sebenarnya dari pengaturan suhu kulkas ini.

1. Pengaturan Suhu Kulkas Pengaruhi Makanan?

Sistem kerja kulkas pada dasarnya menyerupai pendingin ruangan (Air Conditioner/AC). Keduanya mengandalkan komponen utama seperti sistem pendingin, termostat, refrigran, dan kompresor untuk menjaga kestabilan suhu di dalamnya.

Praktisi Bisnis Lingkungan, Bang Sap dalam unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan bahwa pengaturan suhu yang terlampau rendah memaksa kompresor kulkas bekerja jauh lebih keras dan lama untuk mempertahankan tingkat kedinginan tersebut.

"Logikanya sama, semakin rendah suhu yang kita minta, semakin berat sistem pendinginnya bekerja. Saat suhu di dalam kulkas mulai naik, termostat akan memberi sinyal ke kompresor untuk bekerja lagi. Nah, kalau suhu kulkas kita stel terlalu rendah, kompresornya harus bekerja lebih lama untuk menjaga suhu itu tetap dingin. Makanya, suhu kulkas itu jangan distel jadi yang paling dingin," kata Bang Sap.

Bang Sap menjelaskan, merujuk pada standar ideal yang disarankan oleh Department of Energy Marika Serikat, suhu yang disarankan pada kulkas adalah 1,7 hingga 3,3 derajat Celsius. Sementara itu, freezer di suhu minus 18 derajat Celsius.

 

2. Perlu Cabut Kalel Kulkas untuk Hemat Daya?

Bang Sap juga meluruskan anggapan keliru di masyarakat mengenai perlunya mencabut kabel kulkas secara berkala untuk menghemat daya. Menurutnya, tindakan tersebut tidak diperlukan selama pengaturan suhu sudah ideal dan kulkas dirawat dengan benar.

Kebiasaan buruk lainnya, seperti membiarkan pintu kulkas tidak tertutup rapat atau langsung memasukkan makanan yang masih panas, justru menjadi pemicu utama tingginya konsumsi daya listrik.

"Jadi, enggak perlu cabut-cabut kabel kulkas. Asal suhu diatur dengan benar, kulkas akan tetap hemat,” jelas Bang Sap.

Karena yang bikin boros itu kalau pintunya tidak tertutup rapat atau makanan panas yang langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Jangan sampai kita udah hemat pakai AC, tapi kita nggak sadar kalau yang bikin tagihan listrik membengkak itu justru dari kulkas kita," pungkasnya.

Topik Menarik