Angka Fantastis, Ruben Onsu Pertanyakan Transparansi Tagihan Kartu Kredit Sarwendah
JAKARTA, iNews.id – Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah pascaperceraian kini merambah ke persoalan transparansi keuangan. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben mengaku tidak mempermasalahkan kewajibannya membantu kebutuhan anak-anak, tetapi mempertanyakan rincian penggunaan tagihan kartu kredit yang selama ini diminta.
Minola mengatakan Ruben setiap bulan diminta membayar setengah dari total tagihan kartu kredit yang digunakan Sarwendah. Menurut penjelasan yang diterima Ruben, seluruh pengeluaran tersebut berkaitan dengan kebutuhan ketiga anak mereka.
"Setiap bulan Ruben itu dimintakan setengah dari seluruh pemakaian kartu kredit di bulan itu oleh S (Sarwendah), alasannya untuk anak-anak," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Namun, Minola menyebut persoalan utama bukan terletak pada nominal yang harus dibayarkan, melainkan tidak adanya rincian transaksi yang dapat diverifikasi. Ruben disebut hanya menerima jumlah yang harus dibayar tanpa mengetahui detail pengeluaran.
Potret Cantik Istri Lionel Messi Nonton Langsung Piala Dunia 2026, Bangga sang Suami Cetak Rekor
"Ruben kan tanya ini apa saja pembelanjaannya, kok cuma angkanya misal 'bayar Rp50 juta, itu setengah loh tadinya Rp100 juta. Saya Rp50 juta, kamu Rp50 juta'. Tapi Ruben kan nggak pernah lihat tagihan yang sesungguhnya berapa, penggunaannya untuk apa, dia hanya ditagih ya Ruben bayar. Tapi kan dia tanya perinciannya apa yang Rp50 juta itu untuk apa saja, oh nggak mau kasih. Ini real," katanya.
Saat ditanya mengenai limit kartu kredit tersebut, Minola enggan mengungkapkan nominalnya. Dia mengatakan Ruben juga tidak ingin persoalan itu berkembang menjadi perdebatan baru hanya karena besarnya angka tagihan.
"Saya nggak tahu limitnya, Ruben nggak mau bicara masalah angka, nanti kalau dia sebut jangan-jangan kita shock lagi dengan angka-angka yang seperti itu. Dan akhirnya ada lagi orang yang nangis kan gitu merasa kami ini memojokkan," ujarnya.
Minola menegaskan, apa yang disampaikan pihak Ruben bukan sekadar tudingan. Dia memastikan seluruh pernyataan tersebut didukung data yang dimiliki tim kuasa hukum.
"Enggak mungkinlah ya walaupun nggak ada manusia yang sempurna, saya kira Ruben nggak akan mungkin hanya untuk menyelamatkan nama baiknya dia melakukan kebohongan, nggak mungkin. Makanya semua kan kita keluarkan dengan data," katanya.










