Penyebab Pembalap Malaysia Hakim Danish Tolak Tawaran Sejumlah Tim Moto2
KUALA LUMPUR - Pembalap Moto3, Hakim Danish, tidak ingin terburu-buru promosi ke Moto2 musim depan, meskipun diminati beberapa tim.
1. Tolak Tawaran Tim Moto2
Sebaliknya, pembalap muda Malaysia yang masih berusia 18 tahun itu merasa masih membutuhkan satu musim lagi di Moto3 untuk meningkatkan kemampuan dan mendapatkan pengalaman.
Menurutnya, keputusan untuk tetap di Moto3 bukan karena kurang percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Namun, pembalap Aeon Credit-MT Helmets-MSI ingin memastikan benar-benar siap sebelum pindah ke Moto2 yang lebih menantang.
"Saya ingin meningkatkan pengetahuan saya di Moto3. Jika saya pergi ke Moto2, persaingannya memang lebih menantang, jadi saya perlu berpikir matang sebelum mengambil keputusan itu," katanya melansir Berita Harian, Rabu (22/7/2026).
Ia mengungkapkan, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan di Moto2.
"Di Moto2, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, terutama dalam hal mengendalikan motor yang lebih besar dan lebih bertenaga. Selain itu, ada banyak pembalap yang sangat kompetitif," ucapnya.
Ia mengungkapkan, dengan bertahan di Moto3 setidaknya semusin lagi, ia bisa meningkatkan kemampuannya.
"Jika saya bertahan di Moto3 untuk satu musim lagi, saya merasa dapat memahami lebih banyak hal, termasuk cara balapan dan meningkatkan kontrol motor sebelum pindah ke kategori berikutnya," katanya.
Namun, pembalap kelahiran Terengganu ini menyerahkan keputusan mengenai masa depannya sepenuhnya kepada Manajer ZK Racing, Zulfahmi Khairuddin, yang mengelola kariernya.
Sebelumnya, Zulfahmi mengungkapkan beberapa tim Moto2 telah menyatakan minat untuk mendapatkan jasa Hakim Danish. Diskusi awal juga telah dilakukan untuk menjajaki peluang tersebut. Namun, ia menjelaskan, keputusan akhir baru dibuat setelah mempertimbangkan pandangan Hakim Danish.










