Faktor yang Topang Kinerja TUGU, Investor Pantau Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN

Faktor yang Topang Kinerja TUGU, Investor Pantau Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN

Ekonomi | okezone | Jum'at, 17 Juli 2026 - 08:14
share

JAKARTA - Pertumbuhan kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) ditopang oleh dua faktor. Pertama meningkatnya disiplin underwriting yang mendorong perbaikan rasio operasional perusahaan. 

Kedua adalah kenaikan pendapatan investasi seiring membesarnya portofolio investasi dan masih tingginya tingkat suku bunga. 

"Kedua faktor tersebut diperkirakan mampu mendorong laba bersih TUGU tumbuh dari Rp711 miliar pada 2025 menjadi sekitar Rp942 miliar pada 2027," kata Analis Semesta Indovest Sekuritas Nicholas Dharmawan dalam risetnya, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Dari sisi keuangan, TUGU juga memiliki posisi permodalan yang kuat. TUGU mempertahankan rating global dari pemberi rating asuransi terkemuka AM Best Financial Strength Rating A- dari AM Best selama 10 tahun berturut-turut. 

Menurut Nicholas, rekam jejak tersebut menunjukkan kekuatan modal, kualitas manajemen risiko, serta kredibilitas TUGU dalam memperoleh kapasitas reasuransi untuk menangani proyek-proyek bernilai besar.

Prospek industri juga dinilai masih mendukung. Penetrasi asuransi di Indonesia memang masih tergolong rendah, namun segmen asuransi umum justru menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan industri secara keseluruhan. Kondisi tersebut memberikan ruang ekspansi yang masih sangat besar bagi perusahaan dengan kapasitas underwriting dan modal yang kuat seperti TUGU.

Di luar faktor fundamental, perhatian investor juga tertuju pada wacana konsolidasi perusahaan asuransi umum BUMN di bawah ekosistem Danantara. 

Nicholas menilai perkembangan tersebut merupakan katalis yang layak diperhatikan, meski hingga saat ini prosesnya masih berada pada tahap awal sehingga belum dapat disimpulkan bagaimana bentuk maupun dampaknya terhadap nilai perusahaan.

Semesta Indovest Sekuritas memulai cakupan riset terhadap emiten asuransi umum tersebut dengan rekomendasi beli dan target harga Rp1.725 per saham. 

Menurut Nicholas, vvaluasi TUGU saat ini belum mencerminkan kualitas fundamental perusahaan. Menurutnya, saham TUGU masih diperdagangkan pada kisaran 0,4 kali price-to-book value (PBV), jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata perusahaan asuransi umum, meskipun memiliki permodalan yang solid, profitabilitas yang terus membaik, dan prospek pertumbuhan yang menarik.

"Kami menginisiasi riset TUGU dengan rekomendasi BUY dan target harga Rp1.725 per saham. Kami melihat valuasi TUGU saat ini masih terlalu murah dibandingkan prospek pertumbuhan laba dan kualitas fundamentalnya," ujar Nicholas.

Sementara itu, dia menjelaskan bahwa konsolidasi di industri asuransi memiliki kompleksitas yang berbeda dibandingkan sektor perbankan. Dalam transaksi asuransi, perusahaan tidak hanya menggabungkan aset dan modal, tetapi juga mengambil alih portofolio risiko, kewajiban klaim, serta kecukupan cadangan dari entitas yang bergabung. Karena itu, proses integrasi biasanya membutuhkan waktu lebih panjang dan analisis yang lebih mendalam.

Meski demikian, Nicholas berpandangan TUGU berada dalam posisi yang menguntungkan apabila konsolidasi tersebut benar-benar terealisasi. 

TUGU memasuki periode tersebut dengan modal yang kuat, disiplin underwriting yang telah teruji, serta hubungan bisnis yang telah dibangun selama puluhan tahun sehingga berpotensi memperoleh tambahan pangsa pasar tanpa menghadapi risiko integrasi sebesar perusahaan lain.

Lebih lanjut, Nicholas menilai pengalaman panjang TUGU di sektor energi, hubungan strategis dengan Pertamina dan SKK Migas, serta peringkat internasional dari AM Best merupakan aset yang tidak mudah direplikasi. Faktor-faktor tersebut diyakini akan menjadi pertimbangan penting apabila konsolidasi perusahaan asuransi umum BUMN di bawah Danantara benar-benar direalisasikan.

Dengan valuasi yang masih berada pada level diskon, prospek pertumbuhan laba yang positif, kualitas permodalan yang kuat, serta peluang memperoleh manfaat dari konsolidasi industri, Nicholas meyakini TUGU memiliki peluang besar mengalami re-rating dalam jangka menengah. 

Dia menegaskan bahwa perkembangan konsolidasi Danantara masih berada pada tahap awal sehingga investor tetap perlu mencermati struktur dan implementasi kebijakan tersebut sebelum memasukkan potensi tersebut sepenuhnya ke dalam valuasi saham.

Topik Menarik