Teken Pendirian WAICO, Airlangga Bidik Investasi AI dan Robotika dari Tiongkok

Teken Pendirian WAICO, Airlangga Bidik Investasi AI dan Robotika dari Tiongkok

Ekonomi | okezone | Jum'at, 17 Juli 2026 - 07:36
share

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menandatangani perjanjian pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) dalam kunjungan kerja ke Shanghai, Tiongkok, pada 16–19 Juli 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendorong percepatan transformasi digital dan mendukung penguatan ekosistem industri nasional.

WAICO merupakan organisasi internasional yang diinisiasi sebagai wadah untuk merumuskan tata kelola, standar etika, dan kolaborasi pengembangan artificial intelligence (AI) di tingkat global. Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan tindak lanjut konkret atas komitmen kerja sama bilateral di bidang ekonomi digital yang sebelumnya telah ditandatangani pada 2022 oleh Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao.

“Keterlibatan Indonesia sebagai salah satu penandatangan pertama dalam pembentukan organisasi ini menegaskan komitmen proaktif pemerintah untuk memastikan Indonesia berperan sebagai subjek utama dalam konstelasi ekonomi digital dunia, bukan sekadar menjadi pasar,” terang Airlangga, Jumat (17/7/2026).

Penandatanganan pendirian WAICO diproyeksikan akan memberikan dorongan signifikan bagi upaya pemerintah menjadikan sektor ekonomi digital sebagai mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Lebih dari sekadar seremoni penandatanganan, kunjungan kerja ini juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis, mengamankan komitmen investasi, serta mendorong kolaborasi dalam transfer teknologi di sektor kecerdasan buatan (AI), infrastruktur telekomunikasi, dan robotika canggih bersama sejumlah perusahaan terkemuka di Tiongkok.

Momentum bersejarah di Shanghai ini juga akan dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi pola investasi bilateral menuju sektor-sektor bernilai tambah tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok secara konsisten menjadi salah satu sumber investasi terbesar bagi Indonesia. Pada 2025, nilai investasi Tiongkok di Indonesia tercatat mencapai USD 7,5 miliar.

Jika diakumulasikan dengan nilai investasi dari Hong Kong yang mencapai USD 10,6 miliar, total Penanaman Modal Asing (PMA) dari kedua wilayah tersebut menempati peringkat pertama sebagai sumber investasi asing terbesar di Indonesia.

Selain hubungan investasi yang semakin erat, kemitraan ekonomi Indonesia dan Tiongkok juga ditopang oleh hubungan perdagangan yang terus tumbuh. Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, dengan komoditas utama ekspor berupa produk mineral, besi dan baja, nikel, minyak nabati, serta bijih logam. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 167,36 miliar berdasarkan data General Administration of Customs of China (GACC).

Sementara itu, pada periode Januari–Juni 2026, neraca perdagangan menunjukkan surplus bagi Indonesia sebesar USD 5,6 miliar.

Investasi Tiongkok di Indonesia masih didominasi sektor industri dasar, seperti industri logam dan ketenagalistrikan. Melalui penandatanganan WAICO ini, pemerintah menargetkan adanya lompatan aliran modal yang signifikan ke sektor industri berteknologi tinggi yang mampu memperkuat transformasi ekonomi nasional, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

Sebagai tindak lanjut dari upaya tersebut, Menko Airlangga dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan bisnis dan promosi investasi secara langsung dengan jajaran pimpinan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka asal Tiongkok, antara lain ByteDance, Unitree, Deep Robotics, dan FiberHome.

“Pertemuan ini diharapkan menghasilkan peluang kerja sama konkret yang dapat mempercepat pengembangan ekosistem industri teknologi tinggi, memperluas transfer pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat daya saing industri nasional,” tegas Airlangga

Topik Menarik