Menhut Tegaskan Hutan Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, sektor kehutanan memiliki peran strategis sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru (new engine of growth). Misalnya, melalui penerapan konsep green growth atau pertumbuhan hijau.
Arah pengelolaan hutan ke depan, menurutnya, tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan. Namun, harus mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Raja Juli melontarkan hal itu saat membuka Sosialisasi Revisi II Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) 2011–2030 di Kantor Kementerian Kehutanan, Selasa (7/7/2026). Ia menjelaskan, penyusunan RKTN melibatkan berbagai kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah. Seluruh proses tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan berbasis pertumbuhan hijau.
“Tinggal sekarang yang paling penting dari sebuah perencanaan itu adalah pelaksanaannya. Bagaimana kita bisa konsisten, kita bisa istikamah berjalan pada apa yang sudah kita rencanakan ini,” ujarnya.
Raja Juli menambahkan, RKTN menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian ekologi. Pembangunan nasional harus terus berjalan, tetapi tidak boleh mengesampingkan fungsi hutan sebagai aset strategis yang wajib dijaga demi kepentingan generasi mendatang.
“Hutan tetap lestari atau wajib lestari. Tanggung jawab utama kementerian ini adalah menjaga kelestarian hutan untuk masa depan bangsa ini, dan masa depan dunia bahkan. Tentu pada saat yang bersamaan, pembangunan tidak boleh berhenti. Kita membutuhkan growth, kita membutuhkan job creation. Tapi bagaimana kemudian kita mendorong green growth. Bagaimana kemudian hutan kita ini menjadi new engine of growth, menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru dengan pola baru yaitu pertumbuhan hijau,” katanya.
Menurut Raja Juli, pemerintah telah membuka babak baru dalam pengelolaan sektor kehutanan melalui perdagangan karbon. Instrumen tersebut menjadi salah satu cara agar hutan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
“Pesan saya tunggal, sekali lagi, be consistent. Konsistenlah dengan apa yang direncanakan, untuk kemudian kita dapat mencapai tiga hal, yaitu hutan wajib lestari, pembangunan tidak boleh berhenti, dan kesejahteraan masyarakat itu pasti,” ujarnya.










