IHSG Ditutup Anjlok 3,56 Persen ke Level 5.883 Usai Catatan MSCI
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam 217,45 poin atau 3,56 persen ke level 5.883,88 pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (24/6/2026).
IHSG melemah di tengah MSCI memberikan dua catatan terhadap aspek transparansi kepemilikan saham dan praktik coordinated trading untuk pasar modal Indonesia, meski klasifikasi pasar tetap dipertahankan sebagai emerging market.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona merah setelah sempat menguat pada awal sesi. Indeks dibuka di level 6.128,27 dan sempat menyentuh level tertinggi harian 6.171,38, sebelum tekanan jual yang masif mendorong indeks terus turun hingga menyentuh level terendah 5.876,93.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi mencapai Rp14,73 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 24,11 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,995 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.315 triliun.
Tekanan jual terlihat merata di pasar. Sebanyak 646 saham ditutup melemah, jauh lebih banyak dibandingkan 103 saham yang menguat, sementara 210 saham bergerak stagnan.
Pelemahan IHSG sejalan dengan kinerja seluruh indeks sektoral yang ditutup negatif. Sektor barang baku menjadi penekan terbesar dengan koreksi 6,64 persen, diikuti sektor energi yang turun 5,99 persen.
Sementara itu, sektor transportasi melemah 4,84 persen, sektor infrastruktur turun 4,47 persen, dan sektor non-primer terkoreksi 3,91 persen.
Adapun sektor perindustrian turun 3,59 persen, sektor properti melemah 2,81 persen, sektor keuangan turun 2,18 persen, sedangkan sektor primer, kesehatan, dan teknologi masing-masing turun 1,59 persen, 1,58 persen, dan 1,57 persen.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Pratama Widya Tbk (PTPW) menjadi top gainer dengan kenaikan 24,79 persen ke harga 1.510.
Posisi berikutnya ditempati PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) yang naik 15,91 persen ke level 1.530, disusul PT Link Net Tbk (LINK) yang menguat 13,70 persen menjadi 1.660.
Sementara itu, PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) naik 9,82 persen ke level 1.845, dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menguat 9,09 persen menjadi 216.
Di sisi lain, saham PT Citatah Tbk (CTTH) memimpin daftar top losers setelah merosot 15 persen ke harga 119. Pelemahan besar juga terjadi pada PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang turun 14,86 persen ke level 4.640, serta PT Multitrend Indo Tbk (BABY) yang terkoreksi 14,85 persen menjadi 172.
Selanjutnya, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) melemah 14,84 persen ke posisi 132, sedangkan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 14,81 persen menjadi 1.150.









