Diteror OTK di Rumahnya, Islah Bahrawi Ungkap Pelaku Gunakan Alat Intelijen

Diteror OTK di Rumahnya, Islah Bahrawi Ungkap Pelaku Gunakan Alat Intelijen

Nasional | okezone | Jum'at, 5 Juni 2026 - 20:05
share

JAKARTA - Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengaku diintai dan dibuntuti oleh komplotan orang tak dikenal (OTK). Komplotan tersebut, menurut Islah, menggunakan alat pendeteksi canggih yang mampu melacak keberadaan orang.

Hal itu terungkap setelah Islah bersama warga di lingkungannya menggelar ronda malam pada 21 Mei, setelah ada serangkaian aksi mencurigakan yang kedapatan tengah memantau kediamannya. Dalam kegiatan itu, dia bersama warga memergoki adanya OTK yang tengah menjalankan aksinya.

"Nah ini adalah orang yang kita pergoki membawa alat intelijen, namanya DF (Direction Finder) alat itu. DF itu alat pelacak jejak berdasarkan seluler," kata Islah di kantor YLBHI, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

OTK tersebut menggunakan motor Megapro dalam menjalankan aksinya. Sayangnya, ketika dipergoki, OTK itu langsung kabur membawa alat canggih itu, dan dia tak sempat merekam dengan jelas.

"Nah ini uniknya, alhamdulillah temannya yang dibonceng ketinggalan. Saking paniknya, ini intel cap Dua Kelinci ini," ujarnya.

Islah bersama warga sempat mendokumentasikan dengan jelas wajah dari OTK yang tertinggal rekannya yang sudah kabur lebih dahulu. Sayangnya, OTK tersebut berhasil kabur melarikan diri.

"Dari sini kemudian kita berusaha menelusuri, mengidentifikasi ini operasinya siapa. Dari sini nanti ketahuan," tuturnya.

Dalam keterangan penutupnya, Islah membuat kesimpulan sementara bahwa kelompok OTK ini kemungkinan besar adalah sebuah tim intelijen yang terorganisir.

Indikasi ini diperkuat dengan adanya temuan jika komplotan OTK ini menggunakan sistem aplikasi pelaporan yang sama.

"Kita sebenarnya sudah bisa menduga ini dari kelompok mana, tapi yang jelas dari hasil penelusuran kita yang belum bisa jelaskan dari mana, mohon maaf karena ini soal kerahasiaan juga, kemungkinan OTK ini dari militer, kemungkinan besar," pungkasnya.

Topik Menarik