Kasus BGN Jadi Evaluasi, MBG Diminta Lebih Transparan dan Berkualitas
JAKARTA - Kejagung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana serta dua wakilnya Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di tengah proses tersebut, berbagai pihak menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap berjalan dan tidak boleh terganggu, mengingat posisinya sebagai salah satu program strategis nasional yang menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak Indonesia.
Direktur Eksekutif GREAT Institute, Sudarto, menyampaikan apresiasi terhadap langkah tegas Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung penegakan hukum tanpa pandang bulu.
"Kami mengapresiasi ketegasan Presiden Prabowo dalam memastikan proses hukum berjalan terhadap siapa pun yang diduga terlibat korupsi. Ini menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi tidak mengenal jabatan, kedekatan politik, maupun relasi kekuasaan," ujar Sudarto, Kamis (4/6/2026).
TAUD Minta Hakim Tak Panggil Andrie Yunus ke Persidangan, Alasannya Masih Proses Pemulihan
Menurutnya, kasus yang terjadi di lingkungan BGN menjadi pengingat penting bahwa reformasi tata kelola pemerintahan harus terus diperkuat. Ia menegaskan, keberhasilan program strategis nasional hanya dapat dicapai jika dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
"Program MBG harus dijalankan oleh sumber daya yang bersih, kompeten, dan mampu memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan. Tidak boleh ada toleransi terhadap praktik penyalahgunaan anggaran, terlebih yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat," tegasnya.
Sudarto juga menekankan, bahwa proses hukum terhadap mantan pimpinan BGN tidak boleh mengganggu jalannya Program MBG. Menurutnya, program tersebut memiliki dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan harus tetap menjadi prioritas pemerintah.
"Fokus utama pemerintah harus tetap pada keberlanjutan dan keberhasilan program MBG. Semua rencana dan target yang sudah ditetapkan harus tetap dijalankan secara konsisten," jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai tantangan dalam pelaksanaan program harus dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan, terutama dalam aspek tata kelola, distribusi, dan pengawasan.
"Setiap program berskala besar pasti memiliki tantangan. Yang terpenting adalah perbaikan yang terus-menerus agar pelaksanaannya semakin efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
GREAT Institute juga mendorong agar momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan kualitas layanan MBG. Perbaikan standar keamanan pangan, mutu makanan, serta efektivitas distribusi dinilai menjadi kunci keberhasilan program.
"Selain memastikan tata kelola yang bersih, kualitas layanan juga harus terus ditingkatkan. Keberhasilan MBG diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, khususnya dalam peningkatan gizi dan kesehatan generasi muda," pungkasnya.










