Cara Jaga Kesehatan Tulang Sejak Muda agar Terhindar dari Osteoporosis di Masa Tua

Cara Jaga Kesehatan Tulang Sejak Muda agar Terhindar dari Osteoporosis di Masa Tua

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 3 Juni 2026 - 15:05
share

OSTEOPOROSIS sering dianggap sebagai penyakit yang hanya mengancam lansia. Padahal, menurut dokter, upaya mencegah pengeroposan tulang justru harus dimulai sejak usia muda.

Menjaga kesehatan tulang melalui pola makan bergizi, aktivitas fisik yang cukup, serta gaya hidup sehat menjadi kunci untuk membangun massa tulang yang kuat. Hal ini juga dapat mengurangi risiko osteoporosis saat memasuki usia lanjut.

1. Sering Diidentikan ke Orang Tua

Osteoporosis seringkali identik dengan penyakit yang dialami oleh orang tua. Kondisi tulang yang semakin rapuh membuat penyakit ini sangat lumrah dianggap hanya diderita saat masa tua.

Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, dr. Gia Pratama, dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya mengatakan, anggapan itu menjadikan banyak orang tidak memperhatikan kesehatan dan kondisi tulang mereka di masa muda. Padahal, kerapuhan tulang atau osteoporosis di usia tua bisa disebabkan karena kurangnya memperhatikan kesehatan tulang saat muda.

“Osteoporosis sering dianggap masalah usia 40 tahun ke atas. Padahal, prosesnya bisa mulai jauh lebih awal sejak usia muda, pelan-pelan tapi tanpa terasa,” kata dr. Gia, dikutip Rabu (3/6/2026).

2. Cara Jaga Kesehatan Tulang

dr. Gia menyebut, mencegah osteoporosis di masa tua bisa dilakukan sejak usia muda. Usia muda sendiri merupakan masa terbaik tulang dalam membangun kepadatan dan kekuatan mereka.

Salah satu cara menjaganya dengan asupan vitamin D yang cukup. dr. Gia menganalogikan masa muda sebagai masa untuk menabung kekuatan tulang sebanyak-banyaknya agar tidak menderita Osteoporosis di usia tua.

“Saat masa muda, tubuh memang sudah membangun kepadatan tulang terbaiknya. Kalau asupan kalsium dan vitamin D-nya kurang, tulang tidak mencapai kekuatan maksimal yang seharusnya,” ujar dr. Gia.

“Saya suka membayangkan tulang itu seperti tabungan. Masa muda adalah waktu terbaik untuk menabung sebanyak-banyaknya. Kalau sejak awal tabungannya tipis, nanti usia tua akan lebih cepat terasa bebannya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, kekurangan vitamin D merupakan satu langkah kita dalam melewatkan penguatan kondisi tulang di usia muda. Sebab, vitamin D sendiri berfungsi sebagai penyerap kalsium kedalam tulang.

“Yang perlu diingat, kalsium juga tidak bisa bekerja sendirian. Kalsium itu butuh vitamin D agar penyerapannya ke dalam tulang berjalan optimal. Lalu, banyak mineral lain yang dibutuhkan. Magnesium, fosfor, ini semua membantu menjaga struktur tulang tetap kuat,” jelas dr. Gia.

 

3. Minum Susu

Maka dari itu, dr. Gia menyarankan agar anak-anak muda mulai memperhatikan kesehatan dan kondisi tulang mereka sejak dini guna mencegah osteoporosis di masa tua. Salah satu caranya seperti mengonsumsi vitamin D melalui berbagai hal, contohnya susu pasteurisasi atau susu minim proses.

“Pilih susu yang minim proses, misalnya susu pasteurisasi. Perhatikan juga kandungannya, pilih yang tinggi kalsium, mengandung vitamin D, dan punya banyak nutrisi pendukung lain yang dibutuhkan tubuh setiap hari,” tutur dia.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar tidak sembarang membeli susu pasteurisasi. Ia menegaskan agar masyarakat juga memperhatikan komposisi dalam susu tersebut. Sebab, tidak semua susu pasteurisasi memiliki kandungan vitamin D.

“Pastikan kandungannya lengkap karena setiap susu memang komposisi gizinya berbeda-beda. Ada susu yang tinggi kalsium saja, ada yang dilengkapi vitamin D, ada juga yang belum tentu punya keduanya dalam jumlah ideal,” beber dr. Gia.

Selain vitamin D, alangkah baiknya juga susu yang dipilih untuk menguatkan tulang mengandung vitamin tambahan seperti B kompleks, B9 dan B12.

“Kandungan ini berperan mendukung fungsi saraf dan kesehatan otak. Jadi, menjaga tulang harus dimulai dari sekarang. Karena tulang yang kita bangun hari ini akan menemani kita bergerak sepanjang hidup kita,” pungkas dia.

Topik Menarik