Apa Itu Lipoma, Benjolan yang Diduga Ada di Bahu Raffi Ahmad?

Apa Itu Lipoma, Benjolan yang Diduga Ada di Bahu Raffi Ahmad?

Gaya Hidup | inews | Rabu, 3 Juni 2026 - 15:10
share

JAKARTA, iNews.id - Raffi Ahmad mengungkap benjolan di bahunya yang membuatnya harus dioperasi diduga mengarah pada lipoma. Kondisi ini sontak membuat banyak masyarakat penasaran, sebenarnya apa itu lipoma dan apakah berbahaya bagi kesehatan?

Berdasarkan penjelasan Mayo Clinic, lipoma merupakan benjolan lemak yang tumbuh secara perlahan di bawah kulit. Benjolan ini biasanya berada di antara lapisan kulit dan otot, terasa lunak saat disentuh, mudah digerakkan dengan tekanan jari, serta umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri. 

Apakah Lipoma sama dengan Kanker? 

Lipoma bukanlah kanker dan pada sebagian besar kasus tergolong tidak berbahaya. Meski demikian, benjolan ini tetap perlu diperiksakan ke dokter, terutama jika ukurannya terus membesar atau menimbulkan keluhan tertentu.

Ada benjolan di bahu Raffi Ahmad. (Foto: Instagram)

Lipoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Namun, area yang paling sering terkena antara lain leher, bahu, punggung, perut, lengan, dan paha. Karena itu, lokasi benjolan yang dialami Raffi Ahmad termasuk area yang cukup umum untuk terjadinya lipoma.

Dalam pengakuannya, Raffi menyebut ukuran benjolan di bahunya mencapai sekitar 5 hingga 6 sentimeter ke dalam. Ukuran tersebut tergolong lebih besar dibanding kebanyakan lipoma yang umumnya berdiameter kurang dari 5 sentimeter, meski dalam beberapa kasus memang dapat terus tumbuh.

Apa Penyebab Lipoma?

Hingga kini penyebab pasti lipoma belum diketahui secara jelas. Namun para ahli menduga faktor genetik atau keturunan berperan dalam kemunculannya. Orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat lipoma diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.

Lipoma paling sering ditemukan pada orang dewasa usia 40 hingga 60 tahun, meskipun dapat muncul pada usia berapa pun.

Raffi Ahmad ternyata operasi menghilangkan benjolan di bahu. (Foto: Instagram)

Kapan Harus Waspada?

Menurut Mayo Clinic, setiap benjolan atau pembengkakan yang muncul di tubuh sebaiknya diperiksakan ke tenaga medis. Walaupun lipoma umumnya jinak, dokter perlu memastikan benjolan tersebut bukan kondisi lain yang lebih serius. 

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik, USG, MRI, CT scan, atau biopsi bila diperlukan. Hal ini penting karena dalam kasus yang sangat jarang, benjolan yang menyerupai lipoma bisa saja merupakan liposarkoma, yakni kanker jaringan lemak yang memerlukan penanganan berbeda.

Apakah Lipoma Harus Dioperasi?

Tidak semua lipoma memerlukan operasi. Sebagian besar kasus hanya perlu dipantau secara berkala. Namun dokter dapat merekomendasikan pengangkatan jika benjolan terasa nyeri, mengganggu aktivitas, terus membesar, atau menimbulkan keluhan kosmetik. Pengangkatan biasanya dilakukan melalui prosedur bedah sederhana.

Kasus yang dialami Raffi Ahmad sekaligus menjadi pengingat penting agar masyarakat tidak mengabaikan benjolan yang muncul di tubuh. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu memastikan penyebabnya dan mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Topik Menarik