Penonton Konser F4 Datang saat Campak, Dokter: Bisa Tularkan hingga ke 18 Orang

Penonton Konser F4 Datang saat Campak, Dokter: Bisa Tularkan hingga ke 18 Orang

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 3 Juni 2026 - 14:06
share

JAKARTA - Dokter sekaligus edukator kesehatan Adam Prabata merespons soal unggahan seorang warganet yang menghadiri konser F4 meski tengah mengalami campak. Dalam unggahan yang beredar, seorang penonton dengan akun Threads theolawp menceritakan bahwa dirinya terkena campak tiga hari sebelum konser berlangsung. 

Ia mengaku sempat pasrah karena mengira tak bisa hadir, namun akhirnya sembuh dan tetap menonton konser idolanya. Pemilik akun tersebut juga turut mengunggah kondisi tubuhnya yang terkena campak.

Postingan itu lantas menuai reaksi keras dari netizen. Namun tak lama setelah menuai kritik, pemilik akun menghapus postingannya.

Salah satu yang ikut menanggapi adalah Dokter Adam Prabata melalui cuitan di X @AdamPrabata.

“SUMPAH MARAH BANGET!!” tulis Adam melalui akun X pribadinya.

Menurut dr. Adam, campak bukan penyakit biasa karena memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dibanding banyak penyakit infeksi lainnya. Satu orang terkena campak bisa menularkan ke 12-18 orang di sekitarnya.

“Campak itu salah satu penyakit yang penularannya cepat banget. Satu orang bisa menularkan ke 12-18 orang di sekitarnya,” tulisnya.

Dokter Adam menjelaskan, masa penularan campak tidak hanya terjadi ketika ruam merah muncul, tetapi sudah berlangsung beberapa hari sebelumnya. Karena itu, ia menilai keputusan untuk tetap datang ke konser dalam kondisi tersebut berpotensi membahayakan banyak orang.

“Artinya kalau memang timeline sakitnya H-3 konser seperti di postingan, orang ini nonton konser dalam kondisi masih menularkan campak. Kebayang enggak tuh seberapa banyak yang dia bisa tularin,” katanya.

Selain itu, dr. Adam juga mengingatkan bahwa berbagai negara termasuk Indonesia, saat ini masih berupaya menekan penyebaran campak. Penanganan yang telah dilakukan melalui program vaksinasi dan peningkatan kewaspadaan masyarakat.

Ia sangat menyayangkan adanya tindakan tidak bijak dari pemilik akun tersebut. “Seluruh dunia, termasuk Indonesia, sedang berusaha menekan penularan campak, kok bisa-bisanya ada yang kayak begini, enggak habis pikir,” tulisnya.

Sebagai informasi, campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, hingga ruam kemerahan di seluruh tubuh.

Pada kelompok rentan seperti bayi, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah, campak dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia hingga radang otak.

Topik Menarik