Benarkah Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid? Ini Jawaban Dokter
JAKARTA - Mitos yang menyebut kebiasaan menyemprotkan parfum di area leher dapat memicu gangguan tiroid hingga kanker kembali ramai diperbincangkan. Namun, menurut dokter dan edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat yang mendukung klaim tersebut.
Penjelasan itu disampaikan dr. Adam melalui unggahan di akun X miliknya, @AdamPrabata. Ia menerangkan bahwa anggapan tersebut berawal dari pembahasan mengenai kandungan bahan kimia tertentu dalam parfum yang dikenal sebagai endocrine-disrupting chemicals (EDC).
Bahan kimia ini diketahui berpotensi mengganggu sistem hormon dalam tubuh apabila terpapar dalam jumlah dan kondisi tertentu.
“Izin menjelaskan ya! Nah sebetulnya hingga saat ini BELUM ADA BUKTI KUAT bahwa menyemprot parfum di area leher itu bisa meningkatkan risiko penyakit tiroid atau kanker di area leher,” tulis dr. Adam.
Ia menjelaskan, beberapa zat yang termasuk kelompok EDC dan dapat ditemukan pada sejumlah produk parfum antara lain phthalates, parabens, dan triclosan. Meski demikian, paparan zat-zat tersebut tidak berkaitan secara spesifik dengan lokasi penyemprotan parfum di leher.
“Nah tapi yang perlu diperhatikan adalah sifatnya itu zatnya terakumulasi di tubuh, dapat melalui jalur mana saja, TIDAK KHUSUS karena disemprotkan di leher,” jelasnya.
Dampak Parfum ke Kulit
Menurut dr. Adam, risiko yang lebih mungkin terjadi akibat menyemprotkan parfum langsung ke kulit leher justru adalah dermatitis atau peradangan pada kulit. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti rasa gatal, kemerahan, iritasi, hingga kulit menjadi kering.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi informasi kesehatan yang beredar, terutama jika belum didukung oleh bukti ilmiah yang memadai.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang secara kuat membuktikan hubungan antara kebiasaan menyemprotkan parfum di leher dengan peningkatan risiko kanker maupun penyakit tiroid.
Berduka Atas Meninggalnya dr. Myta Aprilia, dr. Gia Pratama Ingatkan Hak Dokter Internship
“Bukti ilmiah menyemprotkan parfum langsung di leher terhadap terjadinya penyakit tiroid dan kanker masih belum kuat. Risiko yang dapat muncul akibat menyemprotkan parfum di leher adalah dermatitis,” pungkasnya.









