Polri Dalami Penyebab Blackout di Sumatera, Dugaan Sementara Faktor Cuaca Buruk

Polri Dalami Penyebab Blackout di Sumatera, Dugaan Sementara Faktor Cuaca Buruk

Berita Utama | okezone | Senin, 25 Mei 2026 - 11:57
share

JAKARTA - Bareskrim Polri menyatakan pemadaman listrik atau blackout di beberapa wilayah Sumatera disebabkan faktor cuaca buruk. Identifikasi awal dilakukan pada Jumat, 22 Mei 2026 sekitar pukul 18.44 WIB. 

Adapun gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 KV jalur Muara Bungo-Sungai Rumpeh di wilayah Jambi. “Gangguan tersebut diduga dipicu oleh faktor cuaca buruk dan mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera,” kata Wakabareskrim Polri Nunung Syaifuddin dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

 

Nunung menuturkan, gangguan tersebut menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang selanjutnya memicu trip pembangkit secara berantai. “Sehingga berdampak pada blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan,” ujar Nunung.

Menurut Nunung, pemeriksaan awal di lapangan yang dilakukan tim gabungan Bareskrim Polri berlangsung di lokasi yang diduga menjadi titik awal gangguan. “Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” ucap Nunung.

Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri tengah menyelidiki penyebab blackout atau pemadaman listrik massal di beberapa wilayah Sumatera yang terjadi sejak Jumat, 22 Mei 2026.

Dirtipidter Bareskrim Polri Mohammad Irhamni menyebut penyelidikan dimulai dengan menerjunkan tim ke Desa Tempino, Mestong, Muaro Jambi, Provinsi Jambi pada Minggu 24 Mei 2026. Irhamni menyebut proses penyelidikan tim ke lokasi turut didampingi pihak Puslabfor Bareskrim Polri dan PLN untuk melakukan pengecekan bersama dan mendapati adanya konduktor putus yang belum diketahui penyebabnya.

“Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk diperiksa lebih lanjut. Sejauh ini belum ditemukan indikasi kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor itu,” tuturnya.

Sementara itu, PT PLN (Persero) menyatakan blackout atau pemadaman listrik massal di Sumatera pada Jumat 22 Mei 2026 sejak pukul 18.44 WIB disebabkan oleh cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.

“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit.

Topik Menarik